LAMURIONLINE.COM | BANDA ACEH - Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Rahmad Raden menunaikan zakat penghasilan atas pendapatan yang belum dipotong langsung zakatnya oleh bendahara BMA. Zakat tersebut diserahkan langsung melalui konter Baitul Mal Aceh di Kompleks Keistimewaan Aceh, Jeulingke, Selasa (16/3).

“Alhamdulillah, saya baru saja menyalurkan zakat pribadi saya, di luar gaji dan tunjangan lain yang zakatnya telah dipotong langsung oleh bendahara. Ini harus saya lakukan karena penghasilan tersebut juga wajib dibayarkan zakatnya,” ujar Rahmad Raden.

Rahmad menjelaskan, ketika seseorang sudah berstatus sebagai muzaki, seluruh penghasilan yang ia peroleh harus dikeluarkan zakatnya. Sebagai contoh, katanya, jika seorang ASN yang penghasilan utamanya sudah wajib zakat memiliki penghasilan lain, seperti honor mengisi manteri, sisa honor dari perjalanan dinas, atau penghasilan lainnya, maka penghasilan tersebut juga harus dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5 persen.

Ia menambahkan, sesuai Surat Keputusan (SK) Dewan Pertimbangan Syariah Baitul Mal Aceh Nomor 04/KPTS/2020 tentang Penyesuaian Kembali Nishab Zakat Penghasilan (Profesi), disebutkan bahwa nisab zakat penghasilan selama setahun Rp82.900.000 atau Rp6.900.000 perbulan.

“Bagi yang penghasilannya belum mencapai nisab, maka cukup berinfak saja dan berdoa agar suatu saat menjadi muzaki,” tambahnya.

Oleh karena itu, Rahmad mengajak semua masyarakat muslim di Aceh yang penghasilannya sudah mencapai nisab agar menunaikan zakat melalui amil resmi Baitul Mal Aceh atau Baitul Mal Kabupaten/Kota. Jika tidak dapat datang langsung, zakat juga bisa disetor melalui Baitul Mal Gampong setempat atau melalui rekening zakat Baitul Mal Aceh atau Baitul Mal Kabupaten/Kota.

Rahmad berkomitmen untuk menyalurkan zakat secara amanah kepada mustahik yang berhak menerimanya. Setiap mustahik dipastikan sudah melalui proses verifikasi terlebih dahulu, sebelum ditetapkan layak sebagai penerima manfaat zakat.[murdani/rel]

SHARE :
 
Top