LAMURIONLINE.COM I ACEH BESAR - Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Aceh Besar mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan Proposal Bantuan Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK), Kelompok Kerja Madrasah (KKM), dan Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah. Kegiatan berlangsung di Aula Dekranasda, Ingin Jaya, Aceh Besar dan secara resmi dibuka oleh Kankemenag Aceh Besar, H Abrar Zym SAg MH, Jum’at (9/4).

Dalam sambutannya Abrar meminta komunitas guru dan tenaga kependidikan (GTK) madrasah di Kabupaten Aceh Besar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah disediakan pemerintah. Pengurus KKG, MGMP, MGBK, KKM dan Pokjawas diharapkan dapat bekerja cerdas dalam menyusun proposal dan program-program prioritas sesuai dengan petunjuk teknis yang telah dibuat. Dengan demikian akan terjadi penguatan, perluasan akses dan peningkatan mutu GTK madrasah, jelas Abrar.

Sementara Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kankemenag Aceh Besar, Suryadi SAg yang memprakarsai kegiatan ini berharap KKG, MGMP, MGBK, KKM dan Pokjawas di Aceh Besar dapat memperoleh bantuan block grant yang diyakininya akan berdampak signifikan bagi peningkatan kompetensi GTK yang tentunya akan berimbas kepada peningkatan kualitas peserta didik.

Kegiatan yang menghadirkan narasumber Nurchaili SPd MKom ini, bertujuan untuk memotivasi dan menyamakan persepsi dari setiap KKG, MGMP, MGBK, KKM dan Pokjawas dalam menyusun proposal yang sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 606 Tahun 2021. Melalui bimtek ini diharapkan komunitas GTK madrasah di Aceh Besar bisa mendapatkan kucuran dana dalam menjalankan program-program yang telah direncanakan. 

Dengan demikian komunitas GTK madrasah di Aceh Besar dapat berperan dan berkontribusi dalam menyukseskan Gerakan Pemberdayaan Komunitas Guru Madrasah (Garda Kagum) yang di-launching oleh Menteri Agama Republik Indonesia saat itu, Jenderal TNI (Purn) H. Fachrul Razi, Rabu (12/08/2020). 

Garda kagum merupakan gerakan nasional yang bertujuan untuk pemberdayaan GTK madrasah yang berbasis pada komunitas serta organisasi guru yang berdampak positif terhadap peningkatan kualitas guru. Garda Kagum merupakan upaya Kementerian Agama untuk mendorong GTK madrasah dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalitas berbasis komunitas. Peningkatan mutu GTK madrasah ini dilakukan melalui skema Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB). 

Nurchaili dalam paparannya menyebutkan, pada tahun 2021 ini pemerintah telah menyiapkan dana block grand untuk mendukung kegiatan KKG, MGMP, MGBK, KKM dan Pokjawas. “Masing-masing komunitas akan mendapatkan dana Rp 30 juta, kecuali KKG Rp 15 juta” kata Nurchaili. Tentunya komunitas yang mendapatkan dana block grand adalah yang proposalnya telah disetujui, tutur Guru MAN 4 Aceh Besar ini. Dana ini bersumber dari pinjaman Bank Dunia yang diimplementasikan melalui proyek Realizing Education’s Promise: Support to Indonesia Ministry of Religious Affairs for Improved Quality of Education (REP-MEQR).


Untuk saat ini pada jenjang madrasah aliyah yang mendapatkan dana adalah komunitas guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Kimia, Biologi, Fisika, Ekonomi, dan Bimbingan Konseling. Jenjang madrasah tsanawiyah mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA. Sementara madrasah ibtidaiyah untuk literasi, numerasi dan sains, jelas Nurchaili.

Sementara dalam kapasitasnya sebagai ketua MGMP Madrasah Aliyah Kabupaten Aceh Besar, Nurchaili menegaskan pihaknya siap menyukseskan Garda Kagum. Komunitas MGMP MA Aceh Besar berkomitmen untuk menjalankan peran dan fungsinya sebagai komunitas saling belajar, bertukar pikiran, dan berbagi pengalaman dalam rangka meningkatkan kinerja dan kompetensi guru. 

Walaupun pandemi Covid-19 membatasi pertemuan secara langsung, upaya meningkatkan pengetahuan dan kompetensi guru tidak boleh surut. Usaha peningkatan kompetensi guru harus tetap jalan. Saat ini guru harus dibekali dengan keterampilan pengelolaan kelas online (dalam jaringan). Ini menjadi salah satu prioritas dari berbagai program yang akan dilaksanakan oleh MGMP MA Aceh Besar, jelas penulis modul PKB kimia tingkat nasional ini. (nur/rel)

SHARE :
 
Top