Oleh Juariah Anzib S. Ag

Berwudhuk merupakan salah satu syarat sahnya shalat. Tetapi berwudhuk tidak hanya dilakukan untuk shalat dan baca Al-Qur'an saja. Ada hal-hal lain yang dianjurkan kita  berwudhuk yang bersifat sunat, sesuai anjuran Rasulullah, seperti wudhuk  menjelang tidur, menjelang mandi wajib, saat akan bepergian dan lain sebagainya.

Wudhuk adalah bersuci untuk menghilangkan hadas kecil. Menurut Prof Dr KH Nazaruddin Umar dalam bukunya Shalat Sufistik,  ada beberapa rahasia dalam berwudhuk. Langkah  pertama dalam berwudhuk setelah berniat adalah mencuci muka. Dalam Al-Qur'an disebutkan "faghsilu wujuhakum", yang artinya basuhlah mukamu. Kalimat ini mengandung makna  bahwa pada bagian muka perlu pencucian secara intensif dan bukan mengusap. Ini menunjukkan bahwa untuk daerah muka ketika berwudhuk, perlu dilakukan pencucian seintensif mungkin. Hingga semua bagian pori-pori kulit wajah harus diratakan air. 

Menurut ulama tarekat, ketika membasuh wajah pada hakikatnya bukan hanya wajah secara lahiriah saja yang dibasuh, akan tetapi juga wajah dalam bentuk batiniah. Makanya dikatakan wujuh, bentuk jamak dari wajhun yang berarti muka. Hal ini seolah-olah mengisyaratkan bahwa setiap orang memiliki banyak wajah, dan keseluruhannya harus disentuh air wudhuk.

Setiap anggota wudhuk  harus dibersihkan dengan berwudhuk, bukan hanya secara  lahiriah saja, melainkan juga wajah-wajah batiniah. Pada bagian wajah terdapat panca indra yang sangat penting, seperti mata untuk melihat, hidung untuk mencium, mulut untuk merasa, dan telinga untuk mendengar. Menurut ulama tarekat, selain panca indra lahiriah juga ada panca indra batiniah. Sesuai firman Allah Swt, "Sesungguhnya bukalah mata itu yang buta, melainkan yang buta adalah mata hati yang di dalam benak." (Surat Al-Hajj ayat 46).

Oleh karenanya saat berwudhuk ketika membasuh muka, diniatkan juga membasuh seluruh panca Indra, seperti penglihatan, penciuman, pendengaran dan penampilan wajah dari berbagai dosa. Apa saja yang pernah kita lihat secara tidak pantas, dan yang telah pernah kita cium. Berita buruk apa saja yang pernah kita dengar, dan godaan untuk siapa saja yang pernah kita tebar pesona. Hingga menjadikan suatu peluang dosa yang dapat berbahaya. Maka salah satu cara membersihkannya  dengan berwudhuk secara benar.

Membasuh tangan hingga siku, merupakan salah satu dari rukun wudhuk. Firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 6, "Maka cucilah  muka dan tanganmu hingga siku." Istilah "ighsila" (cucilah) dan bukan "Imsuhu" (usaplah). Implikasinya secara fikih tidak ada bagian tangan yang tidak tercuci. Semua harus diratakan air wudhuk secara keseluruhan.

Ulama tarekat berpendapat bahwa tangan memiliki peran yang amat besar. Dengan tangan dapat mengumpulkan kebaikan, dan dengan tangan pula dapat mengoleksi berbagai perbuatan dosa, mulai dari dosa kecil hingga dosa besar. Oleh karenanya, membersihkan tangan dengan berwudhuk bukan hanya membersihkan secara fisik saja, melainkan secara spiritual juga. Berniat membersihkan semua perbuatan dosa yang pernah dilakukan oleh kedua tangan, baik secara sengaja maupun tidak.

Kalangan ulama hakikat berasumsi bahwa wudhuk juga dapat membersihkan dan menyucikan penyimpangan amanah yang dipegang oleh tangan. Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa tangan juga dapat diartikan sebagai kekuasaan. Tangan merupakan simbul kekuatan, kekuasaan, kapasitas dan tanggung jawab. Sudah tentu riskan melakukan kesalahan dan kekeliruan. Dengan berwudhuk diharapakan dapat membersihkan semua kekeliruan dan kesalahan tersebut secara perlahan.  

Organ tubuh penting lainnya yang harus dibersihkan dengan berwudhuk adalah mengusap kepala. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an, "...dan usaplah kepala-kepala kalian..." (Surat Al-Maidah ayat 6). Berbeda dengan membasuh muka dengan tangan. Pada bagian kepala tidak disebutkan membasuh, tetapi hanya mengusap. Hal ini merupakan suatu kemudahan dari Allah Swt. Bayangkan saja, andai kata ketika berwudhuk kepala juga harus dibasuh, pasti sangat menyusahkan. Apalagi bagi kaum perempuan yang setiap kali berwudhuk harus membuka hijabnya untuk membasuh kepalanya. Sungguh Allah telah memudahkan urusan hamba-Nya.

Dalam perspektif tarekat dan hakekat, yang harus dibersihkan bukan hanya kepala lahiriah saja, melainkan juga kepala batiniah. Yang mencakup pikiran dan imajinasi kotor yang melintas di dalamnya. Maka harus dibersihkan dan disucikan dengan air wudhuk. Walaupun secara simbolik hanya mengusap air wudhuk pada sebagian kepala, akan tetapi secara psikologi dan spiritual memiliki efek shock trerapy untuk mengeluarkan endapan dendam, dengki, egoisme, pikiran dan imajinasi kotor di dalamnya.

Dengan berwudhuk secara baik dan benar, berarti telah berusaha mengangkat semua endapan perasaan yang tidak sehat. Karena hal tersebut dapat terjerumus ke dalam kenistaan yang hina. Maka berwudhuk sangat bermanfaat. Membiasakan diri selalu berada dalam keadaan berwudhuk, dapat membawa kepada kebaikan dan terhindar dari hal-hal yang keji. Berwudhuk menghapus dosa dan membersihkan lahir dan batin. Mari selalu menjaga wudhuk dan memeliharanya dengan baik. 

SHARE :
 
Top