Oleh Juariah Anzib, S.Ag

Ilmu merupakan unsur terpenting dalam kehidupan, karena tanpa ilmu manusia buta. Baik buta tentang duniawi maupun ukhrawi. ilmu bagaikan lentera yang menyinari di seluruh sudut pandang untuk memahami makna kehidupan. Dengan ilmu manusia tidak meraba-raba dalam kegelapan untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Begitulah materi  yang kami bahas dengan  beberapa orang dewan guru dalam diskusi ketika menunggu pinjer print pulang sekolah.

Menurut Imam Al-Aghazali, ada empat kriteria penguasaan ilmu yang harus kita lakukan. Yaitu menuntut ilmu, menyampaikan, mengulang-ulang dan mencarinya. Keempat kriteria tersebut merupakan hal penting yang harus dilaksanakan   agar tergolong orang-orang berderajat tinggi dengan ilmunya. Kita coba memahami keempat kriteria penguasaan ilmu tersebut sebagai berikut.

Imam Al Ghazali mengatakan bahwa menuntut ilmu adalah taqwa. Taqwa artinya takut kepada Allah, dengan melaksanakan semua perintah Allah dan meninggalkan laranganNya. Menuntut ilmu merupakan suatu perwuju dan ketaqwaan  kepada Allah. Karena kita  telah melaksanakan salah satu dari perintahNya. Menuntut ilmu merupakan fardhu ain, sebagaimana sabda Rasulullah Saw, "Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim." (HR Ibnu Majah). 

Penguasaan kedua  menyampaikan ilmu adalah ibadah. Beribadah artinya mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan amal shalih. Mengajarkan ilmu yang dimiliki kepada orang lain termasuk ibadah. Dan merupakan salah amalan yang mendapatkan kebaikan pahala jariah. Sebagaimana kita ketahui bahwa salah satu amalan jariah yang tidak terputus pahalanya sampai meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat. Sabda Rasulullah Saw, "Apabila meninggal salah seorang dari manusia, maka terputuslah semua amalannya, kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariah, doa anak yang shalih dan ilmu yang bermanfaat." (HR Muslim). 

Seseorang yang menyampaikan ilmu kepada orang lain dengan keikhlasan, maka  bernilai ibadah. Allah akan melipat gandakan pahala kebaikan kepadanya sepanjang ilmu yang diajarkannya  diamalkan oleh orang lain. Maka selama itu pula pahala akan terus menerus mengalir tanpa henti disepanjang masa hingga akhirat nanti

Ketiga, mengulang-ngulang ilmu adalah zikir. Mengucapkan perkataan dan kalimat yang baik merupakan zikir. Maka mengulang ilmu merupakan bentuk perkataan baik dan termasuk zikir. Mengulang ilmu, di samping untuk menguatkan agar tidak hilang, juga untuk mengamalkan agar ilmu tersebut semakin mantap dan mendalam. Hingga dapat dikuasai secara baik dan benar.

Ilmu yang tidak diulang kaji, dikhawatirkan perlahan akan berkurang dan akhirnya hilang  dengan sendirinya meninggalkan pemiliknya. Oleh karenanya, ilmu semestinya selalu dijinakkan ibarat burung. Jika sudah jinak meskipun pergi hanya sebentar dan akan kembali lagi ke pemiliknya. Demikian juga dengan ilmu. Menjinakkan dengan sering mengulang kaji melalui pengamalannya. Ilmu yang sudah didapat sebaiknya dijaga dengan  baik, karena untuk mendapatkan ilmu bukanlah suatu hal yang mudah. Akan tetapi  membutuhkan waktu yang tidak sedikit dan tidak segampang yang dibayangkan. Oleh karenanya, penting memelihara ilmu dengan baik agar menjadi pelindung diri, dan sebagai cahaya penerang dalam kegelapan.

Keempat, mencari ilmu adalah jihad. Kita tahu bahwa jihad artinya berjuang di jalan Allah. Kalau dahulu berjihad dengan berperang melawan kafir dan pendusta agama, maka sekarang berjihad dengan cara mencari ilmu. Ilmu merupakan  kunci dari segala kebaikan dan kesuksesan. Menurut Islam, tidak sempurna agama dan ibadah tanpa ilmu, karena ibadah tanpa ilmu akan sia-sia saja. Allah tidak menerima amalan dan ibadah bagi orang yang tidak berilmu. Dari Anas bin Malik, Rasulullah Saw bersabda, "Barangsiapa keluar dalam rangka menuntut ilmu, maka dia berada di jalan Allah sampai kembali."

Dalam hadits lain Rasulullah juga bersabda, "Barangsiapa menelusuri jalan mencari ilmu padanya, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju syurga." (HR Muslim).

Jika seseorang meninggal dunia sedang dalam keadaan mencari ilmu, maka Allah akan memberikan pahala syahid kepadanya sebagai orang yang sedang berjihad di jalan Allah. Mencari ilmu tidak ada batasnya, bahkan Rasulullah berpesan, "tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina." Berdasar pesan tersebut seharusnya kita memahami betapa tingginya derajat ilmu dalam Islam.

Subhanallah, betapa mulia orang yang menuntut ilmu. Mengajarkannya kepada orang lain, mengulang kaji dengan mengamalkannya, dan mencari ilmu tidak pernah berhenti sampai ajal menjemput kita datang. Sebagimana Rasulullah berpesan, tuntutlah ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat. Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu beberapa derajat. Rasulullah juga berpesan, "Belajarlah kamu semua dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu serta berlaku baiklah terhadap orang-orang yang mengajarkanmu." (HR Thabrani).

Mari kita menjadi orang-orang yang tergolong tinggi derajat dengan melakukan kriteria penguasaan ilmu dengan  menuntut,  menyampaikan, mengulang kaji dan mencari ilmu tanpa mengenal kata lelah.

Penulis merupakan Koordinator kesiswaan MIN 11 Aceh Besar

SHARE :
 
Top