Oleh Juariah Anzib, S.Ag

Madrasah Aceh Besar patut berbangga hati. Karena Kelompok Kerja Guru (KKG) telah berhasil menciptakan sebuah karya nyata terbesar, yaitu penyusunan buku perangkat pembelajaran pendidikan mata pelajaran agama Islam yang sesuai dengan KMA 183 dan 184. Buku karya tersebut disusun oleh sejumlah 45 orang guru-guru terbaik dan berprestasi. Penyusunan pembelajaran tersebut terdiri dari pelajaran Qur'an Hadits, Akidah Akhlak, Fikih, SKI dan Bahasa Arab.

Masing-masing mata pelajaran disusun oleh guru-guru PAI yang telah dibagi kelompok kerja sesuai bidang studi masing-masing. Mereka bekerja sama dengan mengerahkan kemauan dan kemampuan tanpa mengenal lelah. Bertujuan agar ketinggalan yang selama ini melanda lingkungan Madrasah di Aceh Besar  mendapatkan perubahan untuk menuju ke arah yang lebih baik.

Buku karya guru Aceh Besar tersebut dilaunchingkan secara resmi oleh Kakankemenag Aceh yang diwakili oleh Kabid Pendidikan Madrasah Drs H Mukhlis MPd. pelaunchingan diadakan Kamis, 10 Juni 2021. Bertempat di aula SMK Mubarkeya Kec Ingin Jaya Aceh Besar. Turut  dihadiri oleh Kakandepag Aceh Besar H.Abrar Zym S.Ag MH dan sejumlah pejabat kantor kementrian Agama dan para kepala Madrasah se Aceh Besar.

Dalam acara tersebut, ketua KKG Aceh Besar Rifki S.Pdi dalam laporannya menyebutkan. Penyusunan buku perangkat pembelajaran ini dapat terselesaikan berkat kerja sama antar kelompok kerja guru yang telah dipertanggung jawabkan tugas masing-masing. Kerja yang patut diapresiasikan. Disaat orang lain beristirahat, mereka terus bekerja menorehkan kemampuan dan pikiran untuk mengimplementasikan dalam kehidupan pendidikan madrasah. Hal ini tentu bukan pekerjaan yang mudah. Membutuhkan semangat berkreatif dan berinovatif  dalam mengembangkan kemampuan demi terwujudnya hasil karya ini. Apresiasi ini dapat terwujud berkat  ketekunan serta  kesabaran dalam berkarya dan   penyusunannya. 

Kita berharap agar dengan peluncuran buku ini, dapat mendatangkan pencerahan dan kebahagiaan baru bagi madrasah dalam meningkatkan kegiatan pembelajaran bagi anak didik. Acuan yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam mengembangkan langkah-langkah pembelajaran yang kreatif dan inovatif. 

Menurut Kakanwil Aceh, peluncuran buku karya Guru-guru Aceh Besar ini merupakan prestasi terbesar yang pertama sekali di Aceh. Jika sebelumnya kita hanya menjadi konsumen dan selalu berpedoman kepada hasil karya orang lain. Mendominasikan para penulis serta guru-guru di luar Aceh, hingga terkadang kurang berkenan dengan lingkungan pendidikan sekitar kita. Hal ini tentu akan menjadi suatu catatan sejarah bagi dunia pendidikan Aceh  yang patut ditiru oleh guru-guru madrasah jenjang selanjutnya. 

Kakankemenag Aceh Besar H.Abrar Zym S.Ag MH menyambut bangga dan antusias prestasi ini. Memberikan apresiasi yang luar biasa kepada para penyusun yang telah berusaha   mewujudkan sebuah impian besar dilingkungan Madrasah Ibtidaiyah Aceh Besar ini. Diharapakan agar para guru-guru di lingkungan Aceh Besar terus berkarya dan berinovasi untuk memberi manfaat kepada orang banyak. Menulis merupakan pencitraan diri. Jangan katakan guru berprestasi jika tidak kreatif dalam mempersiapkan pembelajaran melalui tulisan-tulisannya. Begitu ujar Kakankemenag Aceh Besar.

Launching pembelajaran ini, sebagai karya terbesar yang mewujudkan kreativitas untuk meningkatkan kemampuan literasi anak di dunia pendidikan melalui asesmen nasional. Anak tidak hanya mampu belajar pengetahuan yang berkenaan dengan  bidang studi saja, akan tetapi juga di bidang literasi. Madrasah diharapkan mampu meng out put untuk dapat bersaing kemampuan pendidikan di tingkat nasional. 

Hasil karya KKG Aceh Besar ini, mampu menciptakan skenario pembelajaran yang menarik dan berkualitas. Mendesain sebuah pembelajaran yang menyenangkan. Mampu memecahkan persoalan yang rumit menjadi mudah. Mengatasi masalah tanpa masalah. Semoga prestasi ini menjadi awal dari kesuksesan dan peningkatan pendidikan di Aceh dan Aceh Besar khususnya. (rel)

SHARE :
 
Top