Oleh Juariah Anzib, S. Ag

Koordinator Kesiswaan MIN 11 Aceh Besar


Pendidikan dengan pola boarding school adalah salah satu wadah pembinaan pendidikan modern terpadu yang umumnya berbadan hukum yayasan. Keterpaduan pendidikan dimaksud terdiri dari pendidikan umum dan agama. Perpaduan ini memudahkan peserta didik mendapatkan dua pengetahuan sekaligus. Pasantren terpadu, misalnya, menjadi solusi bagi orang tua, apalagi orang tua yang bekerja, sehingga waktu mendidik anak sangat terbatas. 

Era globalisasi sekarang ini bisa jadi berpengaruh positif atau negatif terhadap kehidupan. Hal ini tentu harus menjadi perhatian serius orang tua dan guru, demi menyelamatkan generasi dari dampak negatif budaya luar yang masuk ke negara kita. Mungkin saja salah satu sebab rusaknya generasi muda akibat kurangnya perhatian orang tua terhadap pendidikan dan agama. Orang tua sering membiarkan anak bergaul lepas tanpa pengawasan yang baik. 

Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu upaya orang tua yaitu menempatkan anak-anak mereka di pesantren terpadu dengan sistem boarding school. Pendidikan ini akan lebih terjamin kualitasnya, karena para santri diasramakan di lokasi pendidikan disertai sejumlah aturan yang ketat.

Melihat kondisi sosial masyarakat sekarang, anak-anak lebih aman dan nyaman diasrama kan. Hal ini dilakukan orang tua agar anak terhindar dari kenakalan yang semakin mengkhawatirkan. Pengaruh negatif perubahan masyarakat yang semakin tidak terarah, membuat anak terbawa arus gelombang kemaksiatan yang tiada batas. Permainan game di hand phone, pergaulan yang tidak sehat, dapat saja menjerumuskan mereka ke arah yang merugikan keluarga dan masyarakat.

Karena itu, diyakini boarding school, mampu membina santri di lingkungan yang jauh dari keramaian dan pengaruh negatif. Selama dalam pendidikan mereka disibukkan dengan berbagai kegiatan pendidikan dan kepesantrenan yang telah dijadwalkan dari pagi hingga malam hari. Santri selalu dalam aktivitas positif, hampir tak punya waktu bermain-main. Pembinaan yang dilakukan oleh para ustaz menjamin mereka berada di jalan menuju surga.

Di pasantren santri dilatih kemandirian, disiplin, dan kebersamaan. Pembinaan ibadah dilakukan secara rutin, seperti shalat berjamaah, mengaji, belajar bersama, melatih kemampuan, bakat, minat dan membentuk karakter. Santri dipersiapkan menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, islami dan qurani. Dengan harapan, bila selesai pendidikan nanti, akan menjadi anak yang shalih, jujur dan amanah. Memiliki kemampuan berdikari, kreatif, cerdas dan bertanggung jawab. 

Sekarang, banyak tumbuh dan berkembang pasantren terpadu, seperti Pesantren Modern Al Manar di Lampermai Ule Kareng, Oemar di Yan di Indrapuri, Darul Ihsan di Darussalam, Insan Qurani di Sibreh, Imam Syafi’i di Sibreh, Darul Ulum Banda Aceh, dan masih banyak yang lain. 

Semua lembaga pendidikan tersebut memiliki visi dan misi yang sama, yaitu mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, menciptakan insan kamil yang memiliki kecerdasan  intelektual dan spiritual. Untuk itu, mari kita dukung dan menyerahkan anak kepada lembaga pendidikan terpadu untuk mengantarkan kita bahagia dunia akhirat.

SHARE :
 
Top