LAMURIONLINE.COM | ACEH BESAR - Dewan Kesenian Aceh (DKA) Kabupaten Aceh Besar, mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar selama empat tahun terakhir dibawah kepemimpjnan Bupati Ir H Mawardi Ali dan Wakil Bupati Tgk H Husaini A Wahab dalam mengembangkan seni budaya daerah.

“Banyak kiprah dilakukan empat tahun kepemimpinan pasangan Mawardi Ali – Waled Husaini dalam kepeduliannya di bidang kesenian di Aceh Besar patut diapresiasi,” kata Mariadi ST MM, Ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA) Kabupaten Aceh Besar, kepada media ini, di Lambaro, Minggu (11/7/2021).

Hal ini terbukti beberapa kali Bupati Aceh Besar dan Wakilnya turut hadir dan memberikan sambutan serta arahan dalam kegiatan yang digelar DKA Aceh Besar, seperti halnya Pentas Seni dalam perayaan HUT RI Ke 72 Aceh Besar yang dihadiri Waled Husaini dan pembukaan Kemah Seniman di Kecamatan Lhoknga yang dihadiri Bupati Aceh Besar, Ir H Mawardi Ali

“Ini merupakan bentuk kepedulian pak Bupati dan Waled Husaini dalam pelestarian dan pementasan seni budaya di Aceh Besar yang digelar DKA. Kepedulian tersebut membuat DKA Aceh Besar semakin percaya diri menunjukkan identitas budaya dan kearifan lokal yang telah lama tenggelam,” katanya.

Mariadi menyebutkan, selama pelaksanaan kemah seniman beberapa kali di Aceh Besar, banyak sanggar yang telah tampil dan dilakukan pembinaan secara berkesinambungan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar.

“Ini tak lepas dari peran Bupati dan Wakil Bupati yang turut memberikan andil besar dalam memberi motivasi dan bimbingan dalam setiap kegiatan yang kami gelar. Aceh Besar sesuai arahan pak Bupati melalui DKA dan stakeholder lainnya akan terus membina generasi seni untuk terus bisa mengembangkan bakat dan karya baik di tingkat daerah maupun nasional” jelas Mariadi, Ketua DKA Aceh Besar saat ini.

Didampingi sejumlah pengurus dan pelaku seni Aceh Besar, Mariadi ST MM menilai komunikasi atarseniman dan pemerintah sangat penting dibangun untuk kemajuan bersama. Selama empat tahun pemerintah mencoba hadir untuk menumbuhkembangkan seni budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Kata Mariadi, Kebudayaan merupakan salah satu kekayaan yang dimiliki Aceh Besar, dan ke depan perlu terus dikembangkan, sehingga masyarakat terutama generasi muda mengenal dan memahami seni dan budayanya.

Menurut Mariadi, pagelaran seni budaya bukan hanya soal pariwisata, tetapi juga instrumen untuk meredam radikalisme dengan cara meningkatkan ekonomi rakyat.
“Festival budaya bukan hanya pariwisata, tetapi cara ini efektif untuk meredam radikalisme, kearifan lokal harus ditumbuh kembangkan, maka seniman, budaya, dan kesenian itu suatu oksigen yang harus dijaga,” kata Mariadi.

Selain itu, dalam melestarikan bahasa daerah, Bupati Aceh Besar sebut Mariadi juga telah mengaplikasikannnya dengan mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan baju adat. Untuk setiap hari Kamis, sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 061/046 tentang penggunaan bahasa Aceh sebagai komunikasi lisan di lingkup Pemkab Aceh Besar
“Dulu kita pakai bahasa daerah malu, sekarang ini dengan memakai bahasa daerah kita lebih percaya diri. Langkah Pemkab turut mengembangkan seni dan budaya sudah tepat” ucapnya.

Ia menilai aturan sesuai dengan visi dan misi Bupati Aceh Besar dalam bidang pembinaan budaya dan adat istiadat, salah satunya pelestarian bahasa daerah. “Hal ini juga sejalan dan sangat sesuai dengan visi dan misi DKA Aceh Besar yang turut melestarikan seni dan budaya di Aceh Besar selama ini” lanjutnya.

Ketua DKA itu, berharap agar masyarakat Aceh Besar mendukung aturan ini sebagai upaya pelestarian bahasa daerah.
“Kami juga berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Besar yang dipimpin Ir Mawardi Ali dan Waled Husaini terus mendukung kegiatan seni budaya di Aceh Besar,” tuturnya.

Sementara di sektor pariwisata, Aceh Besar juga terus berbenah. DKA selaku mitra pemerintah akan terus memberikan masukan dan ide untuk terus mengembangkan promo wisata sesuai bingkai syariat. Misalnya mengenalkan lokasi wisata Aceh Besar yang dikemas dalam bentuk DVD lagu dan caé Aceh serta tarian tradisional di lokasi wisata sebagaimana telah dilakukan DKA Aceh Besar dua tahun lalu.
“Cuma dalam dua tahun ini sektor pariwisata agak kurang terkontrol karena pandemi Covid-19 dimana tidak dianjurkan memperbanyak kerumunan termasuk tempat wisata,” terang Mariadi.

Ketua DKA Aceh Besar periode 2020 – 2025 ini mengatakan, saat ini memang merupakan masa yang sulit bagi pekerja seni di berbagai daerah. Namun, Mariadi berpesan, agar seniman Aceh Besar tetap kompak dan bersatu untuk tetap memajukan dan membesarkan kesenian daerah.
Menurutnya, dengan hidupnya kesenian dan sektor pariwisata, para seniman tentu ikut merasakan berkah dari putaran ekonominya dan para pegiat pariwisata juga merasakan hal serupa.
“Untuk mewujudkan pariwisata dalam bingkai syariat Islam bukan hal yang mudah, mari kita konsepkan bersama, agar sektor pariwisata bisa meningkat dan pendapatan ekonomi masyarakat juga meningkat,” tuturnya.

Terakhir, Ketua DKA Aceh Besar dan sejumlah pengurus lain, mengucapkan empat tahun kepemimpinan Ir H Mawardi Ali selaku Bupati Aceh Besar dan Tgk H Husaini A Wahab, Wakil Bupati Aceh Besar yang dilantik 10 Juli 2017 lalu oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. “Kita doakan Bapak Mawardi dan Waled Husaini mampu menuntaskan semua programnya hingga akhir masa jabatan,” demikian Mariadi ST MM, Ketua DKA Kabupaten Aceh Besar.(Abrar)
SHARE :
 
Top