lamurionline.com -- Aceh Besar : Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar Kamis (23/9) di aula gedung Dekranas Gampong Gani Kecamatan Ingin Jaya menggelar kegiatan pembinaan penyuluh pengarusutamaan moderasi beragama dan  wawasan kebangsaan untuk angkatan ke 3.



Kegiatan yang di laksanakan melalui seksi Bimas Islam di ikuti oleh 50 penyuluh agama Islam non PNS dari berbagai kecamatan di Aceh Besar.

Tampil sejumlah narasumber dari akademisi UIN Ar Raniry dan Kankemenag Aceh Besar. DR.Tgk Mawardi STh MA (ketua prodi studi agama agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar Raniry) dalam makalahnya dengan judul " Revitalisasi penyuluh agama Islam dalam membangun moderasi beragama" menyampaikan  bahwa moderasi beragama merupakan sikap beragama yang seimbang  antara pengamalan agama sendiri (eksklusif) dan penghormatan kepada praktek beragama orang lain yang berbeda keyakinan (inklusif). Keseimbangan atau jalan tengah dalam praktek beragama ini niscaya akan menghindarkan kita dari sikap ekstrem dan fanatik berlebihan dalam beragama.

Untuk terwujudnya moderasi beragama maka di butuhkan prinsip cara pandang yang adil dan toleran dengan tidak memaksakan keyakinan kepada orang lain, tidak konservatif dan tidak liberal, tidak merampas hak orang lain atas embel embel agama, tidak main hakim sendiri dan berdakwah yang sifatnya dialog bukan pemaksaan kehendak, harap Doktor lulusan UIN Sumatra Utara asal Cot Keu'eung Aceh Besar.



Pemateri dari Kankemenag Aceh Besar, H Khalid Wardana SAg MSi (alumni jurusan teologi dan filsafat UIN Ar Raniry) menguraikan tentang pentingnya peran dan potensi penyuluh agama sebagai figur dalam kehidupan masyarakat untuk membangun semangat moderasi beragama. Dengan jumlah penyuluh non PNS 189 orang dan 32 orang penyuluh PNS di Aceh Besar di harapkan menjadi agen perobahan dan mampu menjadi obor penerang dan penyejuk dalam masyarakat, harap Kasubbag Tata Usaha Kemenag Aceh Besar. (Khalid)

SHARE :
 
Top