LAMURIONLINE.COM I BANDA ACEH - Sebanyak delapan orang muallaf baru binaan Dewan Dakwah Aceh dan Forum Dakwah Perbatasan mendapatkan bantuan dari Baitul Mal Aceh (BMA). Para muallaf yang berasal dari Subulussalam dan Aceh Singkil itu selama ini mendapatkan pembinaan dasar-dasar keislaman di Markaz Dewan Dakwah Aceh, Gampong Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar. 

Pembinaan tersebut berlangsung selama 14 hari hingga 45 hari. Setelah mengikuti pembinaan, mareka akan kembali ke daerahnya masing-masing.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh, Dr Muhammad AR MEd, Selasa (12/10).

Ia mengatakan hadirnya program pembinaan muallaf tersebut didasari dari amatan di lapangan bahwa banyak muallaf yang telah masuk Islam, namun pemahaman keislamannya sangat kurang bahkan ada yang murtad kembali. 

“Oleh karena itu kita membina mereka mulai dari memfasilitasi pensyahadatan, menjemput hingga mengantar kembali ke kampung halaman. Tidak hanya penguatan keislaman dan keimanan, mareka juga dibekali pemantapan perekonomian keluarga,” kata Dr Muhammad AR.

Ia juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada BMA atas bantuan itu. Menurutnya dengan bantuan tersebut para muallaf akan dapat mempergunakannya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari karena mareka juga berasal dari keluarga miskin.

“Alhamdulillah, bantuan BMA ini sangat bermakna bagi para muallaf. Kami sangat mengapresiasi kinerja tersebut. Mudah-mudahan program seperti ini akan terus hadir untuk kemaslahatan para muallaf yang baru memeluk Islam,” kata Dr Muhammad AR.

Musyrif (Pendamping) muallaf dari Dewan Dakwah Aceh sedang membimbing para muallaf

Sementara itu Kepala Sekretariat BMA, Rahmad Raden mengatakan bantuan untuk muallaf baru tersebut bertujuan memberikan perhatian kepada muallaf yang baru saja memeluk Islam dan juga membantu meringankan biaya hidupnya

“Sasaran utama dari program tersebut adalah muallaf yang baru memeluk Islam yang berada di Provinsi Aceh dan maksimalnya 1 tahun sudah menjadi muallaf,” kata Rahmad Raden.

Rahmad Raden menambahkan penyaluran bantuannya dilakukan secara langsung ke rekening bank atas nama mustahik tersebut. Untuk mustahik yang bersifat perorangan bantuan yang diberikan sebesar Rp3 juta dan apabila satu keluarga memeluk Islam secara bersamaan akan diberikan bantuan sampai dengan Rp9 juta. 

“Kita berharap dengan bantuan tersebut akan terbantunya muallaf yang baru memeluk Islam dalam meringankan beban ekonominya dan tertanamnya rasa memiliki persaudaraan baru setelah memeluk Islam. selain itu akan muallaf baru akan termotivasi untuk lebih mendalami ilmu keislamannya,” pungkas Rahmad Raden. [murdani/rel]

SHARE :
 
Top