LAMURIONLINE.COM | ACEH BESAR - Dalam rangka meningkatkan kompetensi para laboran untuk mampu mengelola laboratorium dengan baik, serta meningkatkan semangat para laboran dipandang perlu untuk meningkatkan kompetensi para laboran dengan berbagai cara. 

Hal ini disampaikan oleh Ratna Zaidah, S.Ag, M.Ed sebagai ketua panitia pelaksana sekaligus pengawas pembina saat membuka acara pelatihan yang diikuti oleh laboran Madrasah Aliyah se Kabupaten Aceh Besar di aula Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa (22/10). 

Dalam hal tersebut, Ratna juga menyampaikan rasa terimakasih kepada segenap pihak yang telah berpartisipasi sehingga acara ini terlaksana dengan baik dan sesuai harapan. 

Pelatihan untuk para laboran MA ini mengusung tema Menjadi Laboran Cerdas di Era Digital, diikuti oleh 40 peserta yang merupakan Kepala Laboratorium dan Laboran MA se kabupaten Aceh Besar. 

Kegiatan ini sepenuhnya didukung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar melalui Bidang Pendidikan Madrasah bekerja sama dengan Kelompok Kerja Pengawas (pokjawas) Madrasah Kabupaten Aceh Besar, Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MA Kabupaten Aceh Besar dan MAS Ruhul Islam Anak Bangsa. 

Turut hadir Drs. Najmuddin sebagai koordinator pengawas madrasah jenjang MA Kabupaten Aceh Besar. 

Dalam sambutannya Najmuddin berharap kegiatan ini tidak berakhir hanya sampai ini saja, tetapi peserta mendesiminasikan hasilnya ke madrasah masing- masing untuk menularkan ilmu dengan cara berbagi informasi. 


Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, H. Abrar Zym, S.Ag, MH  secara terpisah melalui Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Suryadi, S.Ag menjelaskan bahwa guru itu ibarat  kapak yang harus terus menerus diasah sehingga setiap hari dapat memotong puluhan bahkan ribuan pohon, dan bukan sebaliknya semakin menurun karena tidak tajam. 

Untuk itu para laboran harus terus di asah serta berinovasi demi mewujudkan madrasah yang mandiri dan berprestasi.

Di sisi lain, Kusnadi, MA, Kepala MAS RIAB selaku tuan rumah kepada tim redaksi menyampaikan bahwa beliau sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kusnadi menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras atas terselenggaranya kegiatan ini serta telah memilih MAS RIAB sebagai Lokasi acara yang sangat mulia ini. 

"Semoga kegiatan ini dapat memberikan update ilmu tentang laboran", pungkasnya.   

Kegiatan Pelatihan ini menghadirkan dua Widyaiswara Ahli Madya handal dari Balai Diklat Keagamaan Aceh yaitu  Dr. Nirwani Jumala, M.Pd  dan Maria Ulfa, M.Pd. Para laboran terlihat sangat terpukau dan antusias dalam mengikuti dorongan dan motivasi awal dari kedua nara sumber tersebut. 

Acara desiminasi dalam kegiatan ini, disampaikan oleh Nurmasyithah, S.Si selaku desiminator. 

Sebelumnya Nurmasyithah, S.Si yang juga laboran MAS RIAB ini telah mengikuti Pelatihan Laboran yang diselenggarakan oleh Direktorat GTK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI di Yogyakarta. 

Laboran berprestasi tahun 2018 dan 2019 tingkat Provinsi Aceh ini menjelaskan bahwa laboratorium merupakan ujung tombak dalam proses pengembangan dan penyebaran ilmu pengetahuan sehingga keberadaan laboratorium tersebut perlu didukung oleh tenaga yang professional. Oleh karena itu maka kompetensi tenaga laboran perlu ditingkatkan sesuai dengan Permendiknas Nomor 26 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah. (akmal/rel)

SHARE :
 
Top