lamurionline.com -- Indrapuri : Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, dr Taqwallah MKes, meminta segenap unsur di Pesantren Modern Tgk Chiek Oemar Diyan mulai dari pimpinan, dewan guru hingga santri segera mengikuti vaksinasi Covid-19. Ia ingin pelaksanaan vaksinasi di pesantren tersebut segera tuntas seluruhnya hingga menjadi pelopor suksesnya vaksinasi di kalangan dayah di Aceh.

Sekretaris Daerah Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes, saat menjadi Irup pada Apel Tahunan 2021 Pekan Orientasi Kepesantrenan Modern Tgk. Chiek Oemar Diyan, di Gampong Krueng Lamkareung, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Sabtu, (2/10/2021). FOTO/ HUMAS PEMERINTAH ACEH


“Apakah seminggu, dua minggu, atau satu bulan, segera selesaikan vaksin seluruhnya, sebagai bentuk kita ikhtiar,” Sekda Taqwallah saat memimpin Apel Tahunan 2021 Pesantren Modern Tgk Chiek Oemar Diyan, di Gampong Krueng Lamkareung Kecamatan Indrapuri Aceh Besar, Sabtu (2/10/2021).

Sekda mengharapkan setiap guru, terutama wali kelas, agar memberi pemahaman yang baik untuk meyakinkan santri dan orang tuanya terkait pentingnya vaksin Covid-19 di tengah terpaan wabah virus corona.

“Saya sebagai Sekda dan sebagai dokter yang sudah lama, menganggap vaksin ini harus segera diselesaikan agar segera tidak perlu lagi memakai masker, agar segera bisa berkumpul kumpul seperti dulu,” ujar Taqwallah.

Sekretaris Daerah Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes, menyerahkan hadiah untuk lomba kepada santri pada Pekan Orientasi Kepesantrenan Modern Tgk. Chiek Oemar Diyan, di Gampong Krueng Lamkareung, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Sabtu, (2/10/2021). FOTO/ HUMAS PEMERINTAH ACEH


Sekda menjelaskan, penyakit menular yang disebabkan terinfeksi virus seperti Covid-19 dapat dicegah dengan vaksinasi. Vaksin berfungsi untuk membentuk kekebalan tubuh, sehingga bila terpapar virus tidak menimbulkan dampak sakit yang parah.

Kemudian, lanjut dia, bila 90 persen dari masyarakat di suatu kawasan telah divaksin, maka akan terbentuk kekebalan kelompok. Dengan begitu, kekebalan tersebut dapat menghentikan transmisi penularan antar manusia.

Taqwallah juga memberikan contoh ampuhnya vaksin dalam menanggulangi wabah penyakit menular. Di era tahun 1980-an banyak dari bayi yang lahir mengalami lumpuh layu atau disebut polio. Namun setelah dilakukan vaksin serentak di seluruh daerah pada tahun 1993, penyakit yang terjadi pada bayi tersebut nyaris tidak pernah terdengar lagi. “Hanya vaksinlah yang mampu melemahkan virus,” kata Sekda.

Pimpinan Pesantren Modern Tgk Chiek Oemar Diyan, Ustad Fakhruddin Lahmuddin, menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kehadiran dan perhatian Sekda Aceh terhadap pesantren yang ia pimpin. Ia menyambut baik ajakan menyukseskan vaksinasi tersebut.

“Banyak orang tidak mau divaksin karena kurang memahami dengan baik manfaatnya, bahkan tidak sedikit ada yang termakan informasi bohong seputar vaksin, ” kata Fakhruddin.

Untuk memastikan santri Oemar Diyan memahami dengan baik manfaat vaksin dan tidak termakan kabar bohong, pihaknya akan melakukan sosialisasi dan memberi pemahaman yang bersahaja sehingga vaksinasi di pesantren tersebut tuntas seluruhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Zahrol Fajri, menyatakan komitmen pihaknya untuk terus memberikan pemahaman yang baik bagi warga dayah di Aceh tentang pentingnya vaksin Covid-19. Ia yakin, pimpinan, guru hingga santri akan menyambut baik dan mendukung suksesnya vaksinasi di Aceh.

“Kita khawatir terjadinya transmisi penularan virus corona di lingkungan dayah bila banyak dari santri belum divaksinasi. Harapan kita minimal 90 persen dari santri di setiap dayah dapat mengikuti vaksin Covid-19,” ujar Zahrol.

Dalam kesempatan tersebut, kedatangan rombongan Sekda Aceh juga membawakan bantuan tiga ribu lembar masker untuk para santri. Bantuan yang diserahkan Kepala Dinas Kesehatan Aceh itu diharapkan dapat membantu segenap unsur pesantren untuk lebih ketat menerapkan protokol kesehatan dan terlindungi dari paparan virus corona.

Ikut hadir mendampingi Sekda Aceh dalam apel tahunan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto. Apel berlangsung dengan tertib dan menerapkan protokol kesehatan.(Cek Man/Rel)









SHARE :
 
Top