Oleh: Juariah Anzib, S.Ag

Penulis Buku Menjadi Guru Profesional


Rasulullah saw  bersabda, Baitiy Jannatiy, "Rumahku adalah syurgaku." Rangkaian hadits tersebut melambangkan sebuah keindahan dalam rumah tangga. Karena rumah merupakan suatu tempat untuk menggapai mahligai kebahagiaan sebuah  keluarga. Setelah menikah dengan Khadijah, seorang janda kaya raya di kota Mekah, maka sejak saat itu pula Rasulullah tinggal bersama Khadijah dalam jangka waktu yang sangat lama. Berawal dari kehidupan yang mewah dan serba berkecukupan. Namun pada akhirnya, Khadijah memilih  hidup kesederhanaan bersama Rasulullah saw. Karena seluruh hartanya  telah disumbangkan untuk dakwah Rasulullah saw dalam mensyiarkan Islam.

Namun didalam rumah yang sederhana tersebut, terdapat keistimewaan-keistimewaan yang memberkati seisi rumah. Diantara keberkahan rumah Khadijah adalah dirumah itu terdapat orang-orang yang segera masuk Islam. Seperti Khadijah sendiri, putri-putrinya, Ali bin Abi Thalib dan Zaid bin Haritsah yang tinggal bersama dan telah dijadikan bagian dari  keluarga Rasulullah saw.

Syaikh Mahmud Al-Mishri, dalam bukunya Biografi 35 Shahabiyah Nabi menuturkan bahwa, rumah Khadijah merupakan rumah terbaik dan diberkati diseluruh dunia. Rumah yang penuh dengan kebaikan dan kemuliaan. Dari rumah inilah Khadijah memimpin wanita diseluruh jagat raya. Dari rumah ini pula lahirnya Fatimah Az-Zahara yang merupakan pemimpin kaum wanita penghuni syurga di akhirat nanti. Ketika tinggal di rumah keberkahan ini pula, baginda Rasulullah saw menerima wahyu pertama di gua Hira. Di rumah inilah berasal para pemimpin orang-orang terdahulu.

Syaikh juga menyebutkan, di rumah ini munculnya Ali bin Abi Thalib, ia merupakan diantara sepuluh sahabat yang telah dijamin masuk syurga. Demikian juga dengan Zaid bin Haritsah. Seorang budak yang telah dimerdekakan Rasulullah kemudian dijadikannya sebagai anak angkatnya. Zaid satu-satunya sahabat yang namanya disebutkan didalam Al Quran berkenaan perceraiannya dengan istrinya Zainab. Allah memerintahkan Rasulullah saw menikahi Zainab sebagai suatu ilat kepada kaum muslimin bahwa boleh menikah dengan mantan istri anak angkat yang telah diceraikannya.

Syaikh Mahmud Al-Mishri Al-Muhib   At-Thabari menyebutkan, bahwa rumah Khadijah merupakan rumah terbaik di Mekah setelah masjidil Haram. Hal tersebut dikarenakan lamanya Rasulullah saw tinggal dan menetap di rumah tersebut sampai datangnya perintah Allah untuk hijrah ke Madinah.

Imam Al-Fasi menyebutkan, rumah yang paling diberkahi di kota Mekah adalah rumah Khadijah binti Khuwailid Ummul mukminin. Dirumah inilah Rasulullah saw menggauli Khadijah dan melahirkan putra putri baginda. Disini juga peristiwa menyedihkan menimpa Rasulullah saw,  yaitu wafatnya Khadijah istri yang sangat dicintainya. 

Setelah Khadijah wafat, Rasulullah tetap menempati rumah tersebut bersama anak-anaknya. Beliau meninggalkan rumah penuh keberkahan tersebut ketika hijrah ke Madinah. Meninggalkan sejuta kenangan indah bersama Khadijah yang tidak akan terlupakan disepanjang masa. Setelah Rasulullah saw hijrah ke Madinah, rumah tersebut diambil alih oleh sepupunya Uqail bin Abu Thalib. Kemudian pada masa kekhalifahan Muawiyah bin Abi Sufyan, ia membeli rumah tersebut kepada Uqail lalu dijadikan sebagai masjid. 

Itulah hal-hal yang menyebabkan keberkahan rumah Khadijah. Kini hanya tinggal kenangan oleh segenab kaum muslimin. Dijadikan sebagai salah satu peninggalan dan bukti sejarah tentang keutamaan dan keberkahan rumah Khadijah.

SHARE :

0 facebook:

Post a Comment

 
Top