Oleh: Muhammad Subhan Ishak

Dosen di Universitas King Abdulaziz, Jeddah, Saudi Arabia


Ramadan di tahun 2022 ini atau bertepatan dengan 1443 hijriyah menyaksikan untuk pertama kalinya suasana di Masjidil Haram kembali ‘normal’ setelah lebih dua tahun penyelenggaraan umrah dan ibadah lainnya dilarang atau dibatasi. Walaupun di awal-awal ramadan masih terlihat suasana ‘seperti waktu pandemi’, namun mendekati pertengahan Ramadan, Masjidil Haram ‘membludak’ dengan jamaah umrah, iktikaf dan shalat seperti suasana di musim haji.

Ada suasana atau pemandangan ‘baru’ di Masjidil Haram dibandingkan dengan waktu sebelum pandemi iaitu sekarang hanya orang berihram untuk umrah saja yang dizinkan untuk masuk ke pelataran tawaf  (Mataf) di area dekat Ka’bah. Suasana terlihat syahdu ketika shalat lima waktu dimana area Mataf dipenuhi dengan warna putih.

Beriktikaf dan membaca alqur’an di dalam masjid yang sebelumnya dilarang juga sudah normal. Terlihat jama’ah yang tidur-tiduran setelah keletihan membaca alqur’an sambil menunggu waktu shalat yang berikutnya. Saking padatnya jamaah di dalam dan di luar Masjidil Haram, sekiranya ada jamaah keluar, maka akan sangat sukar untuk mendapatkan tempat kembali di dalam masjid. Untuk makluman, ruang-ruang perluasan Masjidil Haram yang baru (King Abdullah Expansion) turut dibuka selama bulan Ramadan. Karena pertambahan jamaah yang cukup besar, pihak masjid juga sudah membuka lantai atap (rooftop) masjid untuk para jamaah.

Untuk membatasi kesesakan di Masjidil Haram dan juga di Kota Makkah, pemerintah Arab Saudi melarang mobil-mobil jamaah umrah (supir berihram) untuk masuk ke kota Makkah. Mereka harus memarkir kenderaan mereka di area parkir Haji di daerah Shumaishi yang cukup jauh dari pusat kota Makkah. Mereka disediakan transportasi khusus untuk ke Masjidil Haram. Khusus untuk umrah dan tawaf sunat, para jamaah masih diwajibkan mendaftar melalui aplikasi Eatmarna atau Tawakkalna untuk masuk ke area masjid, sedangkan untuk shalat dan iktikaf sudah tidak memerlukan lagi izin khusus, jamaah dibenarkan langsung masuk walaupun harus cerdik mencari celah masuk karena suasana masjid yang cukup padat.

Untuk shalat tarawih sendiri dilakukan 8 rakaat ditambah 3 rakaat witir untuk 20 malam pertama dan untuk 10 malam terakhir di bulan Ramadan ini, pihak Masjidil Haram dan juga semua masjid di Arab Saudi akan melakukan tahajjud bermula malam Jum’at, 21 April 2022. Jadi jumlah raka’at qiyamullail untuk 10 malam terakhir menjadi 20 raka’at plus 3 raka’at witir. Kita do’akan semoga ‘kenormalan’ ini semakin menjadi bertambah baik dari waktu ke waktu dan semoga Allah segera memanggil kita semua, muslimin dan muslimat di Aceh, untuk dapat merencanakan kembali untuk berkunjung ke Baitullah di Makkah dan berziarah ke makam Rasulullah SAW di Madinah. Aamiin.

SHARE :
 
Top