LAMURIONLINE.COM | ACEH - Seorang guru dituntut untuk dapat menguasai empat kompetensi yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, propesional dan sosial. Kompetensi tersebut haruslah direalisasikan dan diimplementasikan dalam lingkungan sekolah, seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang menjadi landasan guru dalam melaksanakan tugasnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Kacabdin wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar, Syarwan Joni, S.Pd M.Pd saat mendampingi Sekda Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes mengunjungi Sekolah Luar Biasa (SLB) BUKESRA di Jln. Kebun Raja No.7, Gampong Doy, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, Senin (8/8). 

Turut didampingi Kabid Pembinaan SMA, Hamdani S.Pd M.Pd, Ketua MKKS SMA Banda Aceh, Zulfikar SE. M.Si dan sejumlah kepala sekolah lainnya.

“Tak dapat dipungkiri, peran guru dalam mendidik dan mengajar sangatlah strategis dan tak tergantikan oleh apapun termasuk oleh teknologi. Ada keterlibatan hati nurani guru dalam mengajar, selain itu yang dilakukan guru baik di kelas maupun di luar kelas tidak terlepas dari unsur pendidikan,” kata Syarwan Joni.

Ia menjelaskan kehadiran guru tidak sekedar mengajar, mentransfer ilmu, mendidik, menilai serta mengevaluasi, tetapi ada unsur lain yg harus dimiliki yaitu kepemimpinan dalam mengelola pembelajaran.

“Maka dari itu, kehadiran guru di sekolah tidak sebatas pendidik dan pengajar tapi juga sebagai pemimpin yang menjadi inspirator, fasilitator, motivator dan inisiator yang selalu menebar energi positif dan juga sumber inspirasi,” kata Syarwan.

Sekda Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes mengunjungi Sekolah Luar Biasa (SLB) BUKESRA di Jln. Kebun Raja No.7, Gampong Doy, Kec. Ulee Kareng, Banda Aceh, Senin (8/8/2022). Turut didampingi Kacabdin wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar, Syarwan Joni, S.Pd M.Pd, Kabid Pembinaan SMA, Hamdani S.Pd M.Pd, Ketua MKKS SMA Banda Aceh, Zulfikar SE. M.Si dan sejumlah kepala sekolah lainnya.


Ia menambahkan kehadiran Sekda ke sekolah tersebut untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada guru dan peserta didik yang notabenenya berkebutuhan khusus. Diharapkan mareka lebih termotivasi dalam belajar dan mengembangkan keterampilan berdasarkan kemampuan dan potensi yang dimiliki.

“Sekda Aceh beserta rombongan meninjau dan berinteraksi langsung dengan siswa siswi di SLB Bukesra itu sambil menyapa dan bertanya nama, tempat tinggal dan keahlian yang dimiliki,” jelas Syarwan.

Sementara itu Kepala SLB Bukesra, Munawarman S.Pd, menjelaskan sekolah binaannya itu terdiri dari SD, SMP dan SMA dengan jumlah siswa seluruhnya 162 siswa. Sekolah tersebut menampung berbagai macam jenis ketunaan, yaitu tuna netra, tuna rungu, tuna grahita, tuna daksa, autis, dan hiperaktif. 

Disamping itu SLB Bukesra memiliki keterampilan vokasional antara lain menjahit sprai, bantal cinta, membuat bantal, dan menjahit baju. Juga mampu membuat keterampilan tangan seperti, membuat bunga dari kain flanel, meronce dan dompet dari kain flanel.

“Kami atas nama keluarga besar SLB Bukesra mengucapkan terimakasih dan penghargaan atas siraturahmi dan kunjungan bapak Sekda beserta rombongan semoga dapat menginspirasi kami untuk lebih tekun dan giat dalam mengajarkan anak-anak hebat ini,” pungkas Munawarman. (murdani/rel)


*Caption foto*

Sekda Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes mengunjungi Sekolah Luar Biasa (SLB) BUKESRA di Jln. Kebun Raja No.7, Gampong Doy, Kec. Ulee Kareng, Banda Aceh, Senin (8/8/2022). Turut didampingi Kacabdin wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar, Syarwan Joni, S.Pd M.Pd, Kabid Pembinaan SMA, Hamdani S.Pd M.Pd, Ketua MKKS SMA Banda Aceh, Zulfikar SE. M.Si dan sejumlah kepala sekolah lainnya.

SHARE :

0 facebook:

Post a Comment

 
Top