lamurionline.com -- Banda Aceh - Dua Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Aceh Besar, Amiruddin dan Sri Meutia Ilyas berhasil menjadi nominasi terbaik dalam ajang anugerah Penyuluh Agama Islam Award Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh tahun 2023.

Hasil ini berdasarkan  keputusan juri  yang di umumkan Kanwil Kemenag Aceh, di Grand Arabia Hotel, Banda Aceh, Jumat malam, 21 Juli 2023.

"Alhamdulillah, Amiruddin jadi nominasi terbaik kategori pelestarian lingkungan dan Sri Meutia Ilyas nominasi terbaik kategori kesehatan masyarakat dan menjadi duta Aceh di pentas nasional ungkap Kasi Bimas Islam H Akhyar MAg

Kepala Kankemenag Aceh Besar H Salman Arifin SPd MAg melalui Kasubbag tata usaha H Khalid Wardana SAg MSi menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang luar biasa kepada utusan Kabupaten Aceh Besar yang telah berusaha tampil maksimal di ajang tingkat provinsi. 

Meskipun ada yang belum berhasil, namun keunggulan Aceh Besar bisa mendominasi kegiatan lomba dengan meloloskan 6 peserta dari 7 kategori yang di lombakan.

"Saya yakin, PAI Aceh Besar telah berupaya memberikan yang terbaik  untuk daerah ini dan hasilnya pasti Allah siapkan yang terbaik,

Kepada yang terpilih, Kemenag Aceh Besar mengharapkan untuk mempersiapkan diri dengan maksimal dan mampu mengungguli peserta dari provinsi lain di Indonesia, harap H Salman.

Adapun tujuh peserta yang menjuarai Kemenag Aceh Award tahun 2023 yaitu  Amiruddin kategori pelestarian lingkungan asal Kabupaten Aceh Besar. Ermi Daini kategori peningkatan literasi Alquran asal Kabupaten Aceh Tamiang. 

Radiah kategori pemberdayaan ekonomi umat asal Kabupaten Gayo Lues. M. Romli kategori penegakan hukum asal Kabupaten Aceh Utara. Murhaban kategori metode penyuluh baru asal Kabupaten Aceh Utara. Sri Meutia Ilyas kategori kesehatan masyarakat Kabupaten Aceh Besar dan Munawar kategori penyuluhan kelompok rentan dari Banda Aceh.

Dalam sambutannya pada acara penutupan anugerah penyuluh award,  Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Drs H Azhari mengucapkan selamat kepada tujuh pemenang yang akan mewakili Aceh pada ajang PAI Award tingkat nasional. Tahun ini, yang dipilih kategori, bukan juara satu hingga tiga. Jadi masing-masing peserta terpilih satu orang sesuai kategori.

Walaupun PAI Award adalah ajang lomba, jelas H Azhari, namun kegiatan ini menjadi momen silaturahmi antar PAI di Aceh. Persoalan juara bukan hal utama, tapi setiap lomba pasti ada pemenang. Tujuan utama adalah dakwah yang disampaikan mudah dipahami oleh audien.

“Saya berharap bijaklah menggunakan media sosial (Medsos). Perbanyak konten medsos yang mengajak pada kebaikan sehingga dakwah di medsos terus mengalirkan pahala bagi pelakunya,” jelas Azhari.


H Azhari menyebutkan media seperti youtube, facebook, twitter, instagram dan medsos lainnya paling banyak dibaca oleh publik. Maka semua platform media ini harus dikuasai penyuluh agama. Gunakanan medsos untuk dakwah agar dapat menyaingi informasi provokasi dan hoaks di medsos.

Selain itu, kata H Azhari, ASN Kemenag Aceh harus mendukung semua kegiatan Kemenag.

“Mari kita bersatu dalam berbagai agenda Kanwil Kemenag Aceh. Hari ini acara penyuluh agama, besok atau lain waktu kegiatan madrasah,” pintanya.

Menurut Kakanwil kemenag Aceh, manusia paling mulia dalam pandangan Allah adalah penyuluh agama. Penyuluh agama mendapat kriteria kuntum khairat ummat, sesuai fungsinya berupa informatif, konsultatif, advokatif dan edukatif.

“Semoga semangat dakwah dan menebar informasi umat semakin meningkat. Tetap menggunakan metode yang mudah dipahami sehingga dakwah tersampaikan dengan baik,” ujar H Azhari.

Ia menegaskan, ada satu pesan penting yang harus diaplikasikan oleh penyuluh, yaitu menjaga wibawa dan menjaga kehormatan penyuluh agama.

Malam penganugerahan ini dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Aceh Drs H Marzuki MA, Sub Koordinator Penyuluh Agama Islam Kanwil Kemenag Aceh, Dra Evi Sri Rahayu dan undangan lainnya.(Cek Man/*)

SHARE :

0 facebook:

Post a Comment

 
Top