lamurionline.com -- Aceh Besar – Dayah Tahfidz Wakat Barbate menyambut kedatangan santri baru dan keluarga di komplek dayah tersebut di kebun kurma Barbate Blang Bintang, Aceh Besar, Sabtu, (15/7/2023), sehingga pada tahun kedua operasional dayah ini santri seluruhnya mencapai 48 orang.  “Dalam hal ini Yayasan Wakaf Barbate Islamic City atau YWBIC  sebagai pengelola dayah melakukan syukuran sekaligus penyambutan santri baru dengan makan siang bersama,” kata Ketua YWBIC, Dr Sofyan A Gani.     

Acara penyambutan santri tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan dermawan diantaranya mewakili Kakanwil Kemenag Aceh, Kakankemenag Aceh Besar H Salman, mantan Rektor USK Darni Daud, KUA Blang Bintang Fajri, Muspika Kecamatan Blang Bintang,  serta sejumlah tamu undangan lainnya. 

Sofyan A Gani menjelaskan, setelah genap dua tahun keberadaan Dayah Tahfidz Wakaf Barbate mulai menampakkan hasil yang menggembirakan, dari jumlah santri yang kurang sekarang sudah memiliki 48 calon penghafal Al Qur'an. Rata-rata santri kelas dua tsanawiyah memiliki hafalan enam juz dan ditargetkan tamat aliyah semua santri mampu menyelesaikan hafalannya. 

Dia menambahkan, seluruh santri selama di dayah tidak dikenai biaya apapun,  bahkan pihak yayasan membekali masing-masing mereka dengan uang saku perbulan.  “Yayasan akan terus bekerja keras, sebab mengurus para penghafal Al-Quran merupakan suatu kehormatan bagi kami,” ujarnya. 

Sofyan mengharapkan para aghnia,  donatur, dan wakif  membantu para penghafal Al-Quran ini. Ada dua pola yang diterapkan dalam menghimpun dana, pertama  melalui sumbangan langsung untuk makan, minum, akomodasi, serta operasional para santri. 


Pola kedua, menghimpun dana untuk pengembangan tanah wakaf berupa pembebasan lahan di Barbate dan investasi wakaf tunai melalui usaha jual beli sembako yang sedang dilakukan YWBIC dengan Yayasan Baitul Asyi. “Seluruh keuntungannya akan disumbangkan untuk santri,” ujar Sofyan. 

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Aceh Besar H Salman menaruh perhatian besar pada YWBIC yang kebetulan berada wilayah Aceh Besar,  dengan harapan menjadi dayah yang representatif di masa akan datang. “Lokasinya  sangat tepat bagi penghafal Al-Qur'an,  jauh dari kebisingan, udara sejuk, dan pemandangan yang indah,” pungkas Salman. (Sayed M. Husen)

SHARE :

0 facebook:

Post a Comment

 
Top