Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan menyapa para mahasiswa usai upacara 17 Agustus di lapangan Tugu Darussalam, Banda Aceh

LAMURIONLINE.COM I BANDA ACEH - Ribuan mahasiswa baru Universitas Syiah Kuala bersama segenap sivitas akademika USK mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara tersebut dipimpin oleh Rektor USK Prof. Dr. Ir. Marwan di Lapangan Tugu Kopelma Darussalam, Kamis (17/8).

Pada kegiatan tersebut, Prof. Marwan  menyampaikan amanat dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim. Prof. Marwan   mengatakan, Kemerdekaan Indonesia tidak dihadiahkan oleh bangsa asing, tetapi dipertaruhkan dengan seluruh jiwa dan raga.

“Perjuangan itu masih kita teruskan sampai hari ini dengan merdeka belajar yang telah kita gerakkan selama empat tahun terakhir,” ucap Prof. Marwan. 

Dengan implementasi kurikulum merdeka, para peserta didik dan para pendidik kita sekarang telah merasakan keleluasaan dalam belajar dan mengajar. Kemerdekaan tersebut sudah dirasakan di lebih dari 250 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Hal tersebut didukung dengan gerakan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan. Anak-anak Indonesia mendapatkan kemerdekaan yang lebih besar untuk mengembangkan kemampuan fondasional.

Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan memimpin upacara 17 Agustus di Lapangan Tugu Darussalam, Kamis (17/8/2023).

Pelaksanaan upacara HUT RI di Lapangan Tugu Darussalam, Kamis (17/8/2023).

Ribuan mahasiswa USK mengikuti upacara 17 Agustus di Lapangan Tugu Darussalam, Banda Aceh.

“Melalui gerakan ini, kami mengajak para pendidik dan orang tua untuk memahami bahwa keberhasilan belajar anak usia dini tidak terbatas pada baca, tulis, hitung, tetapi juga kemampuan literasi dan numerasi, keterampilan berkomunikasi, dan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila,” ucap Prof Marwan.

Selanjutnya, untuk jenjang pendidikan tinggi, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka juga telah berhasil mengubah hidup lebih dari 760 ribu mahasiswa. Kesempatan belajar di luar kampus, baik di industri, di sekolah, sampai di lingkungan masyarakat, memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi generasi muda Indonesia untuk memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara.

“Perjuangan kita dalam menggerakkan merdeka belajar dalam empat tahun terakhir semakin menunjukkan pentingnya gotong royong untuk mewujudkan kemerdekaan dalam sistem pendidikan Indonesia,” ujarnya.

“Untuk terus maju, kita harus terus melaju. Mari melanjutkan semangat para pendahulu kita untuk senantiasa bergerak serentak mewujudkan merdeka belajar,” pungkas Prof. Marwan. (Sayed M. Husen) 

SHARE :

0 facebook:

Post a Comment

 
Top