lamurionline.com -- Banda Aceh -- Universitas Syiah Kuala (USK) meraih juara III pada ajang Artificial Intelligence (AI). Kompetisi tingkat nasional dengan nama AI Innovation Challenge ini, diselenggarakan oleh Terratech dan Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI 4.0).

Tim Ludesc USK adalah nama squad yang dipilih sebagai delegasi dari Kampus Jantong Hatee Rakyat Aceh. Tim Ludesc USK terdiri dari mahasiswa pada Jurusan Teknik Elektro dan Komputer yang terdiri dari Muhammad Jurej Alhamdi sebagai CEO Ludesc, Cut Nanda Nurbadriani sebagai CMO Ludesc, dan Al Yafi sebagai CTO Ludesc.

Mereka dibimbing oleh Dosen Teknik Elektro dan Komputer USK, Dr. Roslidar dan Dr. dr. Mulkan Azhary, M.Sc selaku Direktur RS Pendidikan USK. Berkat prestasi tersebut, Tim Ludesc USK mengantongi hadiah sebesar Rp 25 juta, beserta AWS kredit sebesar 5000 USD.


Mewakili Tim Ludesc USK, Jurej menjelaskan bahwa kompetisi itu bertujuan untuk mendorong dan mendukung pengembangan solusi inovatif, menggunakan kecerdasan buatan atau AI, dalam mengatasi tantangan nyata di masyarakat. Ajang ini juga memberikan kesempatan bagi para inovator, pengembang, dan pemikir kreatif dalam menjelajahi potensi tak terbatas AI, guna memecahkan masalah yang kompleks, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

"Ludesc atau Lung Disease Screening merupakan inovasi yang memanfaatkan teknologi AI, untuk telemedicine yang memungkinkan pasien secara mandiri memeriksa kelainan paru, dengan mendeteksi suara yang terdengar melalui stetoskop," jelas Jurej.

Berkat inovasi tersebut, Tim Ludesc USK masuk ke grand final yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 24 Agustus 2023. Juri di grand final, terdiri dari para praktisi AI dari KORIKA, perwakilan Kementerian pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Kementerian perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia, dan juga dari investor terkemuka di Indonesia.

Tim Ludesc USK mengaku bersyukur atas pengalaman dan prestasi yang direngkuh, sebab bisa berkompetisi dengan ratusan tim dari kalangan industri, akademisi, dan pengusaha. Setelah diseleksi, mengerucut menjadi 63 tim dan terakhir dikurasi kembali menjadi 12 tim terpilih yang mengikuti AI incubation camp selama tiga minggu

Pada incubation camp ini peserta diberikan ilmu mengenai customer validation, market validation, business model, revenue stream, and funding. Akhir dari incubation camp ini diadakan hot-seat berupa proses pitching di depan dewan juri dan mentor.

"Sebuah pengalaman berarti untuk kami, terpilih 9 tim yang melaju ke grand final. Alhamdulillah USK menjadi juara III," ucapnya.

Atas prestasi itu, Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan menyampaikan apresiasi. USK dengan kehadiran Prodi Kecerdasan Buatan menjadi wujud komitmen kampus di Aceh itu, untuk terus selaras dengan kebutuhan zaman.

"Prestasi tersebut menjadi dorongan motivasi bagi USK, yang sedang serius berakselerasi menjadi World Class University. Selamat atas prestasi membanggakan," kata Prof. Marwan.

Senada dengan itu, Dekan Fakultas Teknik USK, Prof. Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur BC juga memuji capaian mahasiswanya. Ia menyampaikan terimakasih telah mengharumkan nama jurusan, fakultas, kampus, bahkan Aceh di tingkat nasional. Sejak awal, FT USK serius membantu persiapan hingga keberangkatan tim tersebut.

"Semoga karya mahasiswa USK bisa terus dikembangkan dan bermanfaat bagi masyarakat Aceh dan Indonesia," tutur Alfiansyah. (Sayed M. Husen) 

SHARE :

0 facebook:

Post a Comment

 
Top