LAMURIONLINE.COM I BANDA ACEH - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Srikandi Pemuda Pancasila Kota Banda Aceh menggelar diskusi publik kepemiluan, di Steak On You Cafe Kota Banda Aceh, Minggu (1/10). 

Kegiatan yang mengusung tema “Menakar Peran Pemilih Perempuan dalam Politik Kepemiluan” itu dikuti oleh Pengurus Srikandi PP Kota Banda Aceh, Perwakilan DPW Srikandi Provinsi Aceh dan perwakilan Satuan Pelajar & Mahasiswa (SAPMA) PP Kota Banda Aceh.

Adapun pemateri dalam diskusi publik ini diisi oleh tokoh pemuda Aceh yang juga kader Pemuda Pancasila, Sayed Muhammad Muliady yang berkarir sebagai advokat. Selain itu juga aktif di berbagai organisasi nasional, salah satunya sebagai Sekretaris Jenderal DPP KNPI Periode 2008-2011 dan pernah menjabat anggota DPR RI Periode 2009-2014.

Ketua DPC Srikandi PP Kota Banda Aceh, Cut Intan Arifah mengatakan kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka penguatan pemilih perempuan agar menjadi pemilih cerdas demi melahirkan pemimpin yang berintegritas. Serta dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila.

“Kami berharap dengan kegiatan ini para perempuan akan mampu untuk menentukan pilihannya yang tepat pada pemilu dan pileg. Sehingga suara dari para perempuan juga akan bermanfaat dan tidak sia-sia,” kata Cut Intan. 

Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Ormas Pemuda Pancasila Kota Banda Aceh, T. Rinaldi yang akrab disapa Popon dalam sambutannya mengatakan peran pemilih perempuan sangat strategis, baik pada jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) maupun pada kuota 30% unsur perempuan di calon legislatif.

“Oleh karena itu perempuan sangat penting perannya dalam pemilihan mendatang untuk menentukan arah bangsa ini,”  kata T Rinaldi.


Sementara itu Sayed Muhammad Muliady dalam paparannya menyampaikan, berdasarkan data yang ada lebih dari 60% DPT di setiap pemilu adalah perempuan. 

“Namun fakta di lapangan banyak perempuan tidak saling mendukung caleg perempuan. Jika saling kompak akan dengan sangat mudah meloloskan banyak anggota dewan perempuan,” kata Sayed Mulyadi 

Padahal menurutnya, secara kuota sudah disediakan oleh pemerintah sebanyak 30%. Ditambah dengan semakin banyak rintangan para caleg dengan sistem pemilu proporsional terbuka, yang mana setiap caleg saling bersaing bukan antar partai, namun oleh sesama partai sendiri. 

“Sistem ini juga membuat potensi money politic lebih merajalela, karena Indonesia khususnya Aceh pemilihnya masih banyak yang irasional,” kata Sayed Muliady.

Dalam kesempatan tersebut Sayed Muliady juga memohon doa dan dukungan untuk dimudahkan jalan menuju kursi parlemen sebagai Calon Anggota DPD RI. 

Diskusi publik ini juga dihadiri oleh Teuku Alvian dari unsur Majelis Pimpinan Wilayah PP Provinsi Aceh Sekretaris MPC PP Banda Aceh Mahdani A Manaf, Wakil Ketua I Reza Senopati dan juga unsur Sapma PP Banda Aceh. (Murdani Tijue)

SHARE :

0 facebook:

Post a Comment

 
Top