lamurionline.com -- Banda Aceh -- Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Ir. Marwan resmi meluncurkan program Dana Lestari di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Selasa, (17/10/2023).

Prof. Marwan menyampaikan, USK telah mempunyai dua media untuk Dana Lestari. Pertama, melalui rekening induk Dana Lestari. Kedua, kolaborasi USK-PT Majoris Asset Manajemen dengan Reksadana Majoris Syariah Dana Lestari. Berkat kolaborasi ini di tahun 2023, Majoris Syariah Dana Lestari USK mendapatkan penghargaan CNBC Indonesia sebagai yang terbaik kategori Campuran Berbasis Non Saham.


USK yang sudah berstatus PTN BH terus melakukan transformasi, kata Prof. Marwan, peluncuran Dana Lestari merupakan bagian dari transformasi itu, dalam rangka mendukung kemandirian keuangan USK.

"Dana Lestari menjadi sumber pendapatan atau pemasukan dana alternatif bagi USK. Hal ini bisa meminimalisir ketergantungan pendanaan dari pemerintah, serta dapat mengurangi beban mahasiswa dalam biaya pendidikan," jelasnya.  

Ia menjelaskan, sebelumnya ketika menyandang status PTN BH, banyak yang menginterpretasikan USK akan menaikkan biaya pendidikan bagi mahasiswa. Padahal sebaliknya, USK justru menurunkan batas atas Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Langkah tersebut diambil karena kepedulian USK terhadap mahasiswa baru, terutama anak-anak Aceh. Prof Marwan menyebutkan, tahun ini, dari sekitar 7.000 mahasiswa baru yang lulus, sebagian berasal dari keluarga tidak mampu.

Hanya 1600 yang bisa dibiayai beasiswa KIP-Kuliah. Padahal, yang layak mendapatkan KIP-Kuliah sekitar 2500 mahasiswa. Keterbatasan tersebut, menyebabkan banyak calon mahasiswa yang sudah lulus, akhirnya memilih mengundurkan diri.

"Maka kebijakan menurunkan batas atas UKT, menjadi sikap, pilihan, dan perhatian USK, agar akses pendidikan bisa terbuka seluas-luasnya. Apalagi bagi putra-putri terbaik Aceh yang terbatas secara biaya. Kehadiran Dana Lestari, nantinya akan diutamakan untuk beasiswa," tuturnya.

Lebih jauh, Prof. Marwan memberikan perbandingan, bahwa perguruan tinggi luar negeri sudah mampu Dana Lestarinya juga diperuntukkan bagi penelitian dan operasional kampus. Sedangkan USK saat ini akan fokus utama Dana Lestari untuk beasiswa. Sebab KIP-Kuliah tahun ini, tidak semua mendapat beasiswa penuh. Sebahagian yang lain, cuma ditanggung beasiswa untuk pendidikan tanpa diberikan biaya hidup.

"Ini menjadi tantangan bersama, USK berharap dengan adanya Dana Lestari bisa menambal persoalan biaya pendidikan dan biaya hidup mahasiswa selama kuliah. Saya membayangkan, dalam hitungan kasar, seandainya mengacu pada standar KIP-Kuliah, untuk beasiswa 1000 mahasiswa itu butuh Dana Lestari sekitar Rp 250 miliar," bebernya.

Direktur Direktorat Bisnis dan Dana Lestari USK, Dr. Syaifullah, ST, M.Eng menyampaikan, pihaknya amanah, berkomitmen tinggi dalam menjalankan tugasnya secara profesional.

"Dana Lestari menjadi ikhtiar yang baik bagi kita, dalam mempersiapkan generasi mendatang," kata Saifullah.

Dirinya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berhadir, berdonasi untuk Dana Lestari. Mulai dari BI, perwakilan BUMN, lintas SKPA, pengusaha, tokoh masyarakat dan lain-lain.

"Kami memiliki cita-cita menjadi seperti Harvard, Oxford dan banyak kampus top dunia lainnya, yang memiliki Dana Lestari sangat luar biasa. Saya yakin, suatu hari nanti USK akan tiba di titik itu, meski perjuangan kita masih panjang, dengan memulai dari ibaratnya mengumpulkan debu-debu untuk membangun sebuah bangunan," imbuhnya.

Pada peluncuran Dana Lestari tersebut, BI Aceh menyerahkan 14 unit laptop dan 14 proyektor kepada USK. Kegiatan ini juga diisi dengan seminar dengan pemateri  Direktur BPUDL ITB, Deddy Priatmodjo, Direktur Investasi LPDP, Muhammad Oriza, dan Direktur Majoris Asset Management, Dasrul Chaniago yang memberikan pencerahan investasi, peran dan pengelolaan dana abadi,  dan danareksa syariah. (Sayed M. Husen) 

SHARE :

0 facebook:

Post a Comment

 
Top