Oleh: Thaila Nensis, S. ST


Peringatan Hari Ibu merupakan sebuah momen yang dipersembahkan untuk menghormati, menghargai dan mengapresiasi peran ibu dalam keluarga dan masyarakat. Hari Ibu untuk mengingat dan menyadari betapa pentingnya peran seorang ibu dalam membentuk generasi dan menjaga keharmonisan keluarga. Ibu memiliki peran yang sangat penting dalam membimbing, mendidik, dan merawat anak-anaknya. Ibu adalah wanita yang penuh kasih sayang. Perannya dalam keluarga mencakup berbagai tugas, mulai dari memberikan perhatian fisik hingga memberikan dukungan emosional dan mendidik anak-anak agar menjadi individu yang tangguh dan beretika. 

Peringatan Hari Ibu bukan hanya tentang merayakan seorang ibu biologis, melainkan juga menghormati semua perempuan yang telah menjadi guru pertama dalam pelajaran hidup, khususnya para ibu guru di sekolah. 

Ibu, guru pertama saya memainkan peran kunci dalam membimbing langkah-langkah awal saya di dunia pengetahuan. Dia tidak hanya mengajar saya huruf-huruf dan angka-angka, tetapi juga membuka pintu dunia yang luas dan penuh warna. Beliau membimbing saya dengan sabar dan penuh dedikasi, menciptakan fondasi yang kokoh untuk perkembangan intelektual saya. 

Ibu adalah guru pertama saya menciptakan lingkungan yang penuh kasih dan dukungan. Sifatnya yang hangat dan penuh perhatian membuat saya merasa nyaman untuk bertanya dan belajar tanpa rasa takut. Setiap tangisan kebingungan dijawab dengan senyum penyemangat, dan setiap keberhasilan dihargai dengan sorakan riang, seiring berjalannya waktu, saya menyadari bahwa ibu, guru pertama saya adalah pemandu tidak hanya dalam hal akademis, tetapi juga dalam nilai-nilai moral dan etika. Beliau mengajarkan pentingnya kejujuran, kerja keras, dan kasih sayang terhadap sesama. Pelajaran-pelajaran ini melekat erat dalam diri saya dan membentuk karakter saya hingga dewasa.

Ibu juga menjadi teladan hidup sehari-hari, kedisiplinan, kerja keras, dan dedikasinya terhadap pekerjaan mengilhami saya untuk selalu memberikan yang terbaik dalam setiap aspek kehidupan. Beliau tidak hanya memberikan pengetahuan tetapi juga memberikan contoh nyata tentang bagaimana menjalani hidup dengan integritas dan semangat positif

Peringatan Hari Ibu di Indonesia diperingati setiap tanggal 22 Desember dan diadakan untuk menghargai perjuangan perempuan-perempuan Indonesia. Hari Ibu di negara ini berawal dari pembukaan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama yang digelar Tanggal 22 Desember 1928. Kongres Perempuan Indonesia ini diikuti oleh organisasi wanita Muhammadiyah, Aisyiyah, para pejuang wanita Indonesia dari Jawa dan Sumatera serta dihadiri oleh sejumlah perempuan pejuang kemerdekaan Indonesia. Kemudian Presiden Soekarno menerbitkan Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 untuk meresmikan Hari Ibu sebagai Hari Nasional. Tanggal tersebut dipilih untuk merayakan semangat wanita Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran Berbangsa dan Bernegara. 

Tujuan Peringatan Hari Ibu adalah untuk mengenang dan menghargai perjuangan perempuan, baik sebagai ibu, istri, maupun sebagai warga negara. Pemberian penghargaan ini untuk meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan bangsa serta menghargai jasa dan pengorbanan ibu dalam mendidik anak-anaknya. 

Peringatan Hari Ibu merupakan salah satu bentuk berbuat baik kepada orangtua. Allah subhanahu wata’ala memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada orang tua:

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا 

Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS Al-Isra’: 23).

Peringatan Hari Ibu juga merupakan salah satu bentuk bersyukur kepada orangtua, terutama kepada ibu. Allah subhanahu wata’ala memerintahkan kita untuk bersyukur kepada-Nya dan kepada kedua orangtua:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ  

Artinya: “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS Luqman: 14).

Peringatan Hari Ibu termasuk salah satu bentuk berbakti dan bersyukur atas jasa-jasa ibu. Meskipun sebenarnya dalam Islam berbakti kepada ibu tidak selalu harus di Hari Ibu, melainkan setiap saat dan sepanjang hayat.

Peran ibu dalam keluarga dan masyarakat sangat penting dan multifungsi. 

Berikut ini beberapa peran ibu yang ada dalam keluarga dan masyarakat:

Memberi Rasa Aman dan Nyaman untuk Keluarga: Ibu memiliki tanggung jawab menciptakan suasana yang nyaman dan aman untuk anggota keluarga

Ibu sebagai Guru bagi Anak: Ibu berperan sebagai pembelajar dan Guru bagi anak-anaknya, mendidik dan mengajarkan tentang keyakinan beragama, adab, dan Bahasa.

Peran Ibu sebagai Manajer di Rumah: Ibu menyediakan makanan, menjaga kebersihan, dan memastikan rumah menjadi tempat paling nyaman bagi keluarga

Ibu sebagai Koki untuk Keluarga: Ibu  berperan memasak dan mempersiapkan hidangan sehat dan cukup untuk keluarga

Memberikan Kasih Sayang dan Cinta: Ibu menjadi pusat kasih sayang dan cinta bagi seluruh anggota keluarga, mendukung kesejahteraan mereka, dan menjaga kesehatan mental serta emosional mereka

Ibu sebagai Menteri Pendidikan: Ibu mendidik dan mengajarkan tentang keyakinan beragama, adab, dan bahasa kepada anak-anaknya

Ibu sebagai Menteri Kesehatan: Ibu memperhatikan asupan nutrisi setiap anggota keluarga, menyajikan hidangan dengan kreativitasnya, dan merawat anggota keluarga yang sakit

Ibu sebagai Menteri Keuangan: Ibu mengelola pemasukan dan pengeluaran setiap harinya, memastikan semua kebutuhan terpenuhi sesuai prioritasnya, dan mengarahkan untuk mencapai tujuan keluarga.

Ibu sebagai Manajer: Ibu berperan untuk memastikan setiap tugas dan fungsi dalam keluarga berjalan dan memastikan keberhasilan pembangunan saat ini dan mendatang.

Ibu mengarahkan anak-anaknya untuk bersyukur kepada Allah. Ibu sebagai anggota masyarakat, perempuan memiliki tanggung jawab mengurusi pekerjaan rumah tangga, mengasuh anak, membeli kebutuhan rumah tangga, sampai mengingatkan untuk selalu hidup sehat, mengingatkan beribadah dan berdoa, serta mengingatkan untuk berfikir dan berperilaku positif. Peran ibu dalam masyarakat sangat penting, mereka berperan sebagai anggota masyarakat dan memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki serta bertanggung jawab untuk menciptakan masyarakat yang baik.

Manfaat dari peringatan Hari Ibu antara lain:

Peningkatan Kesadaran akan Peran Ibu,

hari ibu memberikan kesempatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan peran penting ibu dalam pembentukan karakter dan pembangunan keluarga.

Pemberdayaan Perempuan, perempuan memiliki hak dan peluang yang sama dengan laki-laki dalam segala aspek kehidupan. mencakup hak pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan partisipasi dalam pengambilan keputusan mencakup aspek sosial, ekonomi, dan budaya.

Peningkatan Kesejahteraan Keluarga, menghargai peran ibu diharapkan akan terjadi peningkatan kesejahteraan keluarga secara keseluruhan.

Peningkatan Pendidikan, untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi Perempuan.

Mengenang Jasa Para Ibu, Hari Ibu menjadi saat yang baik untuk mengenang jasa dan pengorbanan para ibu dalam mendidik dan membimbing generasi penerus.

Peningkatan Kesehatan Masyarakat, perempuan berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Perempuan yang memiliki akses terhadap pendidikan kesehatan dan kontrol atas keputusan reproduksi mereka dapat berperan dalam mengurangi angka kematian ibu dan anak.

Peringatan Hari Ibu di Indonesia tidak hanya sebagai ungkapan rasa cinta anak kepada ibu, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap peran perempuan dalam membangun dan membentuk masyarakat Indonesia.

Peringatan Hari Ibu bukan hanya sekadar waktu untuk memberikan hadiah atau ucapan terima kasih. Ini adalah saat yang tepat untuk merenung tentang perjuangan, pengorbanan ibu kita. Ibu membentuk karakter, membimbing, memberi nilai- nilai kehidupan dan membuka jalan menuju masa depan yang cerah.  Pada Hari Ibu ini mari kita hargai semua jasa ibu yang telah menjadi mentor pertama dalam perjalanan pendidikan dan kehidupan kita. Terima kasih Ibuku, guru pertama atas segala dedikasi, cinta, dan ilmu yang telah diberikan dengan membimbing langkah-langkah kami menuju keberhasilan.

Ungkapan cinta, sayang dan penghargaan kepada ibu sudah seharusnya dilakukan setiap saat, tidak perlu menunggu hari ibu untuk menyatakan rasa sayang pada ibu kita, tidak perlu menunggu hari ibu tiba untuk memberi hadiah, tidak perlu menunggu hari ibu untuk merayakan hari ibu, karena setiap hari sepatutnya kita sudah merayakannya dengan mendoakan ibu kita.

Penting untuk diingat bahwa penghargaan terhadap ibu seharusnya tidak hanya pada Hari Ibu, tetapi sepanjang tahun. Ibu seringkali memiliki peran yang sangat penting dalam mendidik, merawat, dan mencintai anak-anak mereka, sehingga memberikan apresiasi sepanjang waktu.

Dengan merayakan Hari Ibu, diharapkan masyarakat dapat lebih menghargai dan memperhatikan peran penting ibu dalam membangun Keluarga, Masyarakat dan Bangsa.

Penulis merupakan Pegawai Poltekkes Kemenkes Aceh

SHARE :

0 facebook:

Post a Comment

 
Top