LAMURIONLINE.COM | BANDA ACEH
- Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Ar-Raniry Banda Aceh melaksanakan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) pada 26–27 Agustus 2025. Kegiatan ini berlangsung di kompleks FTK dan Auditorium Ali Hasjmy dengan melibatkan civitas akademika serta menghadirkan narasumber nasional.

Acara pembukaan turut dihadiri Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Prof. Dr. Mursyid, M.Hi, Dekan FTK Prof. Safrul Muluk, S.Ag., M.Ag., M.Ed, beserta jajaran wakil dekan, kepala bagian tata usaha, serta para ketua sub tim di lingkungan fakultas. Hadir pula Koordinator Staf Khusus Menteri Agama sekaligus Direktur Center of Islam and Global Challenge (IGC) Universitas Islam Internasional Indonesia, Farid F. Saenong, Ph.D, yang menyampaikan orasi ilmiah bertema moderasi beragama.

Dalam laporannya, Ketua Panitia PBAK FTK, Prof. Buhori Muslim, M.Ag, yang juga Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, menyampaikan bahwa tahun ini FTK menerima 1.464 mahasiswa baru pada 13 program studi. Adapun rincian jumlah mahasiswa di antaranya: Pendidikan Agama Islam (257), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (213), Pendidikan Bahasa Inggris (207), Bimbingan Konseling (164), Pendidikan Teknologi Informasi (132), Pendidikan Bahasa Arab (119), Pendidikan Anak Usia Dini (91), Pendidikan Biologi (85), Manajemen Pendidikan Islam (78), Pendidikan Matematika (75), Pendidikan Teknik Elektro (20), Pendidikan Fisika (14), dan Pendidikan Kimia (9).

Ketua panitia juga menekankan pentingnya pemanfaatan SIAKAD Cloud sebagai platform digital untuk mendukung proses akademik mahasiswa. “Mahasiswa baru harus siap menggunakan aplikasi siakad cloud sebagai sarana utama dalam pengelolaan perkuliahan, mulai dari pemilihan mata kuliah, pengaturan jadwal, hingga pendaftaran yudisium dan wisuda,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan FTK, Prof. Safrul Muluk, dalam sambutannya menyapa hangat para mahasiswa baru. “Selamat datang di kampus biru kebanggaan rakyat Aceh,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa FTK memiliki 13 program studi berakreditasi Unggul dan 1 berakreditasi Baik Sekali, yang kini sedang berproses menuju akreditasi internasional. “Akreditasi internasional akan memberi nilai lebih bagi lulusan, baik dalam dunia kerja maupun dalam memperoleh kesempatan beasiswa studi lanjut di dalam dan luar negeri. Harapannya, mahasiswa FTK akan menjadi lulusan yang saleh, moderat, cerdas, dan unggul,” tambahnya.


Dalam sesi pengenalan akademik, mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai layanan pendukung, termasuk peran sahabat akademik yang siap mendampingi mahasiswa dalam mengakses sistem perkuliahan berbasis digital. Ketua Sub Tim Fungsi Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni, Novi Trina Sari, S.Pd.I., M.Pd, menegaskan bahwa penggunaan SIAKAD membutuhkan kemandirian mahasiswa. “SIAKAD bukan hanya sekadar aplikasi, melainkan pintu utama untuk merancang perjalanan akademik secara mandiri sekaligus media konsultasi dengan dosen penasehat akademik,” jelasnya.

Kegiatan PBAK FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh tahun 2025 ini ditutup dengan pesan penting bagi mahasiswa baru untuk menjaga nama baik lembaga melalui sikap, perkataan, dan perbuatan yang mencerminkan jati diri sebagai akademisi muslim yang unggul dan berintegritas.

(Kasubtim)

SHARE :

0 facebook:

 
Top