LAMURIONLINE.COM | BANDA ACEH - Kabar membanggakan datang dari dunia akademik Aceh. Zulfahmi, dosen Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, resmi meraih gelar doktor usai menjalani sidang promosi di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh. Ia tercatat sebagai doktor ke-355 yang diluluskan kampus tersebut.
Gelar ini diraih lewat penelitian yang tidak biasa yaitu mengangkat tentang seni tradisional Aceh seni meusifeut sebagai objek kajian ilmiah. Melalui disertasinya, Zulfahmi mengungkapkan bahwa seni meusifeut bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga sarat nilai pendidikan dan religius.
Di hadapan dewan penguji, Zulfahmi memaparkan bagaimana syair-syair dalam seni meusifeut mengandung pesan tauhid, akhlak, hingga nilai sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Menariknya, semua itu disampaikan dengan cara yang santai, komunikatif, dan menghibur.
“Seni meusifeut itu bukan hanya tontonan, tapi juga tuntunan. Nilai-nilai agama dan moral disampaikan dengan cara yang mudah diterima masyarakat,” ungkapnya.
Penelitian ini juga menyoroti bagaimana seni tradisi bisa menjadi media pendidikan nonformal berbasis kearifan lokal. Dengan pendekatan yang lebih rekreatif, pesan-pesan edukatif dalam meusifeut dinilai lebih efektif dibandingkan metode yang kaku dan formal.
Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri, baik bagi Zulfahmi maupun lingkungan ISBI Aceh. Apalagi, kajian tentang seni tradisional seperti meusifeut masih tergolong jarang diangkat hingga level disertasi doktoral.
Ke depan, Zulfahmi berharap hasil penelitiannya bisa menjadi inspirasi untuk pelestarian seni tradisi Aceh, sekaligus membuka jalan bagi pengembangan model pendidikan berbasis budaya lokal.
“Harapannya, seni tradisional tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai media pendidikan yang relevan dengan zaman,” ujarnya.
Dengan keberhasilan ini, Zulfahmi membuktikan bahwa kearifan lokal bukan hanya layak dijaga, tetapi juga bisa menjadi sumber ilmu pengetahuan yang bernilai tinggi di dunia akademik.*

0 facebook:
Post a Comment