LAMURIONLINE.COM | KOTA JANTHO
- Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB) sekali lagi menegaskan posisinya sebagai lokomotif penggerak kegiatan kesiswaan di Aceh melalui agenda tahunan terbesar mereka, RIAB FAIR. Tepat pada hari Senin, 29 September 2025, perhelatan akbar ke-12 ini kembali dibuka di markas RIAB, yang berlokasi di Desa Gue Gajah, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Ajang ini bukan hanya pameran bakat, tetapi juga indikator keberhasilan madrasah dalam menjangkau dan mempersatukan komunitas pendidikan se-Aceh.

​Dengan durasi enam hari penuh, mulai dari tanggal pembukaan hingga puncaknya pada 4 Oktober, RIAB FAIR ke-12 diselenggarakan di bawah naungan tema "MEDIEVAL" (Make Every Dream a Path to Excellence, Valor, and Legacy). Tema ini secara implisit mengajak seluruh peserta untuk melihat pendidikan dan kompetisi sebagai sebuah perjalanan heroik menuju pencapaian diri, sebuah konsep yang diaplikasikan secara visual melalui panggung utama yang berlatar hutan, kerajaan kuno, dan Soren. Yang menjadi sorotan utama adalah skala penyelenggaraan acara. 

Data partisipasi RIAB FAIR ke-12 menunjukkan peningkatan signifikan dalam jangkauan kelembagaan, mengukuhkan perannya sebagai wadah kompetisi paling prestisius di provinsi ini. Total 2.754 peserta terdaftar, sebuah angka masif yang dikumpulkan dari 124 institusi pendidikan di seluruh provinsi Aceh. Angka ini terbagi rata, dengan 62 sekolah tingkat SMP/MTs dan 62 sekolah tingkat SMA/MA yang mengirimkan delegasi terbaik mereka, mencerminkan komitmen RIAB untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan dari tingkat dasar hingga menengah. Keterlibatan 124 sekolah ini merupakan bukti nyata dari keberhasilan madrasah dalam menjalin tali silaturrahmi yang meluas melampaui batas geografis dan institusional.

​Kekuatan RIAB FAIR terletak pada kemampuannya untuk menawarkan spektrum kompetisi yang luas dan relevan. Dengan total 38 cabang perlombaan, pihak penyelenggara menjamin bahwa setiap bidang keahlian mendapatkan ruang apresiasi. Struktur kompetisi dirancang untuk mengakomodasi perbedaan usia dan kemampuan. Untuk SMP/MTs, 20 lomba seperti Olimpiade Matematika dan Sains Dasar, Lomba Pidato Tiga Bahasa, dan Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ) menjadi fokus utama, bertujuan membangun fondasi akademis dan keagamaan yang kuat. Sementara itu, 13 lomba untuk SMA/MA menuntut tingkat kedalaman yang lebih tinggi, mencakup Kompetisi Karya Tulis Ilmiah, Debat Ekonomi Syariah, dan Lomba Robotika, mendorong inovasi dan pemikiran kritis. 

Selain itu, 4 lomba untuk kategori umum seperti talkshow edukatif dan pameran start-up siswa turut dibuka, memperkuat interaksi antara siswa dengan masyarakat dan dunia profesional. Diversitas ini menegaskan bahwa RIAB FAIR bukan hanya mencari juara, tetapi mencari pribadi yang utuh, yang mampu unggul di berbagai dimensi kehidupan.

​Dukungan penuh dari tokoh-tokoh penting menjadi pengukuhan atas posisi strategis RIAB dalam peta pendidikan Aceh. 

Pembukaan resmi ditandai dengan pemukulan bedug simbolis, sebuah tradisi yang dilakukan oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Aceh, Drs. Azhari, M.Si., bersama Prof. Dr. H. Syahrizal Abbas, M.A. selaku Ketua Komite Madrasah, Bapak Riadhi, S.Pd. selaku Direktur Madrasah, dan perwakilan siswa. Bapak Azhari dalam sambutannya memuji peran Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa sebagai role model dalam inovasi kegiatan kesiswaan, yang mampu menggabungkan semangat keagamaan dengan pencapaian akademis dan seni. Beliau juga secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Bapak H. Khairul Azhar, S.Ag., M.Si. selaku Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementrian Agama Aceh, atas koordinasi yang memastikan partisipasi sekolah-sekolah di bawah naungan Kemenag berjalan lancar. 

Peran serta OSISMADA dan Ketua Panitia RIAB FAIR 12 yang merupakan siswa-siswi madrasah patut mendapat apresiasi khusus, menegaskan bahwa acara ini adalah festival yang diselenggarakan oleh siswa untuk siswa, menjadi wahana kepemimpinan dan manajemen organisasi yang sesungguhnya.





Acara pembukaan semakin meriah dengan penampilan dari Sanggar Geuma Pasee Naggroe Ruhul Islam Anak Bangsa yang menampilkan tari Saman Gayo. Penampilan ini diiringi standing ovation dari tamu undangan dan peserta, menjadi lambang penyatuan seni, budaya, dan semangat kompetisi. Direktur Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa, Bapak Riadhi, S.Pd., menyampaikan visi utama di balik penyelenggaraan acara ini. Visi tersebut melampaui trofi dan medali. Pihak madrasah berharap melalui RIAB FAIR, mereka dapat memperluas dan terus menjalin tali silaturrahmi antar siswa, guru, dan institusi pendidikan, serta mengasah bakat dan kemampuan siswa-siswi generasi penerus bangsa, terutama masyarakat Aceh. 

Selama enam hari ke depan, komplek RIAB akan menjadi pusat inkubasi talenta, tempat 2.754 pelajar tidak hanya berkompetisi, tetapi juga berjejaring, berbagi ilmu, dan membangun persahabatan yang melintasi batas sekolah. RIAB FAIR ke-12, dengan segala kemegahan temanya dan rekor partisipasinya, adalah bukti nyata komitmen RIAB dalam mencetak generasi muda Aceh yang berprestasi, berakhlak, dan memiliki Legacy yang kuat untuk masa depan bangsa. (Riza)

SHARE :

0 facebook:

 
Top