lamurionline.com -- Banda Aceh -- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Banda Aceh, H. Salman Arifin, secara resmi melaunching Kajian Tingkat Tinggi Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kementerian Agama Kota Banda Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Kemenag Kota Banda Aceh, baru-baru ini.
Kajian Tingkat Tinggi APRI ini menghadirkan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh, Heru Triwijanarko, sebagai pemateri perdana. Dalam pemaparannya, Heru membahas berbagai persoalan administrasi kependudukan, khususnya yang berkaitan erat dengan pencatatan pernikahan, yang selama ini kerap menjadi kendala di tengah masyarakat.
Berbagai permasalahan krusial terkait pencatatan perkawinan dibedah secara mendalam dalam kajian tersebut. Melalui diskusi yang interaktif, para peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif sehingga sejumlah problematika yang selama ini dihadapi masyarakat dan petugas di lapangan dapat ditemukan solusi dan pencerahannya.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Kota Banda Aceh, Dr. H. Akhyar, menjelaskan bahwa selama ini Kantor Urusan Agama (KUA) di tingkat kecamatan sering dihadapkan pada beragam persoalan teknis dan administratif. Menurutnya, melalui pelaksanaan Kajian Tingkat Tinggi APRI ini diharapkan dapat membantu menyelesaikan berbagai permasalahan tersebut, mengingat KUA merupakan ujung tombak pelaksanaan layanan pernikahan di masyarakat.
Dalam arahannya, Kakankemenag Kota Banda Aceh H. Salman Arifin menegaskan pentingnya para penghulu untuk terus membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan wawasan yang memadai. Ia menilai persoalan masyarakat, khususnya terkait perkawinan, terus berkembang secara dinamis seiring perubahan zaman, terlebih di era digital saat ini. Oleh karena itu, ia menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kajian Tingkat Tinggi APRI sebagai wadah peningkatan kapasitas dan profesionalisme penghulu.
Sementara itu, Ketua APRI Kota Banda Aceh menjelaskan bahwa Kajian Tingkat Tinggi dimaksudkan untuk membahas persoalan-persoalan yang bersifat spesifik dan aktual dengan menghadirkan narasumber yang kompeten serta ahli di bidangnya masing-masing. Ia menambahkan, kajian ini direncanakan akan dilaksanakan secara rutin satu kali setiap bulan.
“Insya Allah, setiap pembahasan dalam Kajian Tingkat Tinggi ini akan dirangkum dan disimpulkan secara komprehensif, kemudian dibukukan agar dapat menjadi referensi dan bahan bacaan bagi para penghulu dan masyarakat luas,” ujarnya.(Cek Man/*)

0 facebook:
Post a Comment