lamurionline.com -- Lhokseumawe – Hamdani, S.Pd dengan nama pena Hamdani Mulya, seorang guru di SMAN 1 Lhokseumawe, resmi menerbitkan sebuah buku berjudul Bahasa dan Sastra Aceh. Buku ini menjadi karya penting yang memuat tata bahasa Aceh, sastra Aceh, kearifan lokal, serta adat dan budaya masyarakat Aceh.

Buku ini diterbitkan oleh Penerbit PeNA Banda Aceh, memiliki ISBN sehingga menambah ragam katalog Perpustakaan Nasional dalam literatur buku bertema Aceh.

Dalam keterangannya pada Sabtu (10/1/2026), Hamdani menjelaskan bahwa penulisan buku tersebut dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap semakin berkurangnya penggunaan bahasa Aceh di kalangan generasi muda. Ia berharap karyanya dapat menjadi rujukan pembelajaran di sekolah sekaligus sarana untuk melestarikan bahasa dan budaya Aceh.

Buku ini berisi Tata Bahasa Aceh meliputi kosakata dan kaidah kebahasaan. Sastra Aceh mencakup teori pantun, hikayat, dan karya sastra klasik. Kearifan Lokal yang mengandung nilai-nilai kehidupan masyarakat Aceh yang diwariskan turun-temurun seperti nilai pendidikan dalam peringatan maulid. Adat dan Budaya seperti tradisi, makanan khas Aceh, serta praktik budaya yang masih hidup hingga kini.

Menurut Hamdani, buku ini tidak hanya ditujukan bagi siswa dan guru, tetapi juga masyarakat luas yang ingin mengenal lebih dalam tentang bahasa dan budaya Aceh. “Saya ingin generasi muda tidak kehilangan identitasnya. Bahasa adalah jati diri, dan sastra adalah cermin peradaban,” ujar Hamdani.

Penerbitan buku Bahasa dan Sastra Aceh disambut baik oleh kalangan akademisi dan pemerhati budaya. Mereka menilai karya Hamdani sebagai langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah arus globalisasi.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 1 Lhokseumawe, Yuverni Selvy, S. Si., M.Pd menyambut baik terbitnya buku tersebut. Yuverni Selvy mengatakan bahwa buku Bahasa dan Sastra Aceh merupakan materi pembelajaran kearifan lokal yang sangat relevan dan bermakna. Buku ini tidak hanya melestarikan bahasa daerah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai budaya Aceh seperti religiusitas, adat, kebersamaan, dan mencintai lingkungan. Materi yang kontekstual membuat pembelajaran lebih dekat dengan kehidupan siswa serta menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas daerah.

"Keberadaan karya Pak Hamdani, S.Pd dalam buku ini memperkaya khazanah pembelajaran Bahasa dan Sastra Aceh karena disusun dengan pendekatan edukatif, komunikatif, dan sesuai dengan karakter peserta didik," ujar Yuverni Selvy.

Karya tersebut menjadi contoh nyata kontribusi guru dalam pelestarian budaya melalui pendidikan. Pihak kurikulum SMAN 1 Lhokseumawe sangat mendukung penggunaan buku ini sebagai bahan ajar, sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berbasis konteks lokal dan penguatan karakter.

"Buku ini diharapkan menjadi referensi penting dalam menumbuhkan kecintaan siswa terhadap bahasa dan sastra Aceh," pungkas Yuverni.(*)

SHARE :

0 facebook:

 
Top