lamurionline.com -- Lhokseumawe – Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Kota Lhokseumawe, Supriariadi, S.Pd., M.Pd, memberikan apresiasi dan menyambut baik terbitnya buku Bahasa dan Sastra Aceh karya Hamdani, S.Pd, guru SMAN 1 Lhokseumawe. Karya tersebut resmi diterbitkan oleh Penerbit PeNA Banda Aceh dan telah memiliki ISBN, sehingga memperkaya koleksi literatur Aceh di Perpustakaan Nasional.
Dalam keterangannya pada Minggu (11/1/2026), Hamdani mengungkapkan bahwa penulisan buku ini berangkat dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya penggunaan bahasa Aceh di kalangan generasi muda. Ia berharap buku ini dapat menjadi rujukan pembelajaran sekaligus medium pelestarian bahasa dan budaya Aceh.
Buku Bahasa dan Sastra Aceh memuat empat pokok materi utama: Tata Bahasa Aceh, Sastra Aceh, Kearifan Lokal, serta Adat dan Budaya. Di dalamnya tercakup kosakata dan kaidah kebahasaan, teori pantun dan hikayat, nilai-nilai kearifan lokal seperti pendidikan dalam tradisi maulid, hingga beragam praktik budaya dan kuliner khas Aceh yang masih lestari.
“Buku ini tidak hanya untuk siswa dan guru, tetapi juga bagi masyarakat luas yang ingin mengenal identitas budaya Aceh dengan lebih mendalam. Bahasa adalah jati diri, dan sastra adalah cermin peradaban,” ujar Hamdani.
Penerbitan buku tersebut mendapat sambutan positif dari akademisi dan pemerhati budaya. Mereka menilai karya Hamdani sebagai langkah strategis di tengah arus globalisasi yang menggerus penggunaan bahasa daerah.
Kacabdin Wilayah Kota Lhokseumawe, Supriariadi, menegaskan bahwa buku ini merupakan materi pembelajaran kearifan lokal yang sangat relevan dan bermakna. Menurutnya, karya tersebut tidak hanya melestarikan bahasa Aceh, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai budaya seperti religiusitas, adat, kebersamaan, serta kecintaan terhadap lingkungan.
“Keberadaan karya Pak Hamdani memperkaya khazanah pembelajaran Bahasa dan Sastra Aceh. Buku ini disusun dengan pendekatan edukatif, komunikatif, dan sesuai karakter peserta didik,” ungkap Supriariadi.
Ia menambahkan bahwa buku ini menjadi contoh nyata kontribusi guru dalam pelestarian budaya melalui dunia pendidikan. Pihak Cabdin Wilayah Kota Lhokseumawe bersama Bidang Kurikulum SMAN 1 Lhokseumawe juga mendukung penggunaan buku ini sebagai bahan ajar, sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan konteks lokal dan penguatan karakter.
“Buku ini diharapkan menjadi referensi penting dalam menumbuhkan kecintaan siswa terhadap bahasa dan sastra Aceh,” pungkas Supriariadi.
(Penulis : Juni Ahyar)
.jpg)
0 facebook:
Post a Comment