LAMURIONLINE.COM | BIREUN
- Kementerian Agama Kabupaten (Kemenag) Bireuen melalui Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Bireuen menggelar kegiatan trauma healing bagi siswa-siswi MIN 42 Bireuen, Kamis (22/1/2026).

Kegiatan tersebut merupakan kepedulian dan dukungan psikososial pascabencana banjir yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu. Akibat bencana itu, gedung MIN 42 Bireuen mengalami kerusakan cukup parah, sehingga proses belajar mengajar sementara dialihkan ke halaman Masjid Taqwa Gampong Raya Dagang, Kecamatan Peusangan, dengan memanfaatkan tenda darurat serta balai di lingkungan masjid.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bireuen, Dr Zulkifli SAg MPd, hadir langsung dalam kegiatan tersebut didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad), Anis, dan sejumlah staf Kemenag Bireuen. Selain meninjau pelaksanaan pembelajaran darurat, Zulkifli juga memberikan motivasi kepada para siswa, agar tetap semangat dan tidak larut dalam dampak psikologis pascabencana.

Zulkifli menyampaikan, kegiatan trauma healing ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan sosial Kemenag dalam memastikan keberlangsungan pendidikan dan kesehatan mental peserta didik.

“Anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan terdampak secara psikologis pascabencana. Kehadiran kami untuk memberikan penguatan mental, menumbuhkan kembali rasa aman dan memastikan semangat belajar mereka tetap terjaga meskipun dalam kondisi yang serba terbatas,” ujarnya.

Ia menegaskan, Kemenag Bireuen terus berupaya hadir dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendampingi madrasah dan masyarakat yang terdampak bencana.

Sementara itu, para Penyuluh Agama Islam yang tergabung dalam IPARI Bireuen bersama guru RA Kemenag Bireuen memberikan dukungan psikososial kepada para siswa melalui berbagai kegiatan edukatif dan rekreatif yang dirancang khusus untuk membantu proses pemulihan trauma.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 250 siswa dan ditutup dengan pembagian snack kepada seluruh peserta sebagai bentuk perhatian, kebersamaan, dan penguatan semangat bagi anak-anak. (Syahrati)

SHARE :

0 facebook:

 
Top