LAMURIONLINE.COM I BANDA ACEH
– Baitul Mal Aceh menegaskan komitmen penyaluran dan pendayagunaan zakat dan infak tepat sasaran kepada para mustahik dan masyarakat yang membutuhkan. Pemberdayaan zakat dan infak dilakukan melalui program bantuan konsumtif, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, serta syiar Islam. 

Ketua Badan Baitul Mal Aceh (BMA), Tgk H Muhammad Yunus M Yusuf, SH, menyampaikan hal itu kepada media di Banda Aceh, Rabu (28/1/2026). “Baitul Mal Aceh akan terus berusaha mengelola harta umat secara profesional, transparan dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam,” tegasnya. 

Ia menjelaskan, BMA pada tahun 2025 berhasil mengumpulkan zakat dan infak mencapai Rp79.856.908.836,07. Dana yang dikumpulkan tersebut bersumber dari para ASN di lingkungan pemerintah Aceh, karyawan pada lembaga non pemerintah Aceh/lembaga vertikal, badan usaha dan masyarakat umum lainnya.

“Alhamdulillah, capaian pengumpulan zakat dan infak pada tahun 2025 merupakan amanah besar yang diberikan masyarakat kepada Baitul Mal Aceh,” ujarnya.  

Sementara itu, Plt Kepala Sekretariat BMA, Didi Setiadi, S.Sos, merincikan pada tahun 2025 itu dana zakat yang terkumpul sebesar Rp38.087.409.855,03 sementara infak mencapai Rp41.769.498.980,91.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari upaya berkelanjutan BMA dalam meningkatkan kualitas layanan dan pengelolaan dana umat. Dengan demikian semakin banyak zakat dan infak terkumpul, maka akan semakin banyak pula masyarakat yang bisa dibantu.

“Baitul Mal Aceh terus mendorong dan memperluas jangkauan program penyaluran. Sehingga manfaat zakat dan infak dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat yang berhak di seluruh wilayah Aceh,” pungkas Didi. (Sayed M. Husen)

SHARE :

0 facebook:

 
Top