Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag (kanan) dan Ketua Yayasan Tarara Global Humanity Muhammad Haykal (kiri) menunjukkan dokumen kerja sama usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pembangunan fasilitas air siap minum berbasis wakaf di ruang kerja Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Rabu (7/1/2026).

LAMURIONLINE.COM | BANDA ACEH
– Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menjalin kerja sama dengan Yayasan Tarara Global Humanity untuk membangun fasilitas air siap minum berbasis wakaf di lingkungan kampus. Program ini menjadi kolaborasi wakaf internasional pertama di Aceh yang terhubung langsung dengan Turki.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman MAg dan Ketua Yayasan Tarara Global Humanity Muhammad Haykal di ruang kerja Rektor, Rabu (7/1/2026).

Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman MAg mengatakan pembangunan fasilitas air minum wakaf ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menyediakan sarana pendukung kesehatan yang mudah diakses oleh sivitas akademika.

“Fasilitas air minum ini akan membantu mahasiswa dan seluruh sivitas akademika mendapatkan akses air minum yang sehat, higienis, dan gratis di lingkungan kampus,” kata Mujiburrahman.

Ia menilai ketersediaan air minum layak konsumsi merupakan kebutuhan mendasar di perguruan tinggi, seiring meningkatnya aktivitas akademik dan jumlah mahasiswa.

“Semoga ikhtiar ini menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para wakif, seiring manfaat yang dirasakan oleh para pengguna,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua Yayasan Tarara Global Humanity Muhammad Haykal menjelaskan fasilitas tersebut dibangun melalui skema wakaf Seyyid Osman Hulûsi Ateş Darendevî, sebuah program wakaf yang berpusat di Turki. Proyek ini menjadi pilot project pertama di Aceh.

“Selain fungsional, bangunan fasilitas air minum ini akan mengusung arsitektur khas Turki yang ikonik,” kata Haykal.

Dari sisi teknis, fasilitas ini akan dilengkapi sistem filtrasi modern untuk memastikan kualitas air tetap aman dikonsumsi. Daya tampung air mencapai 1.000 liter dengan delapan kran yang dapat digunakan secara bersamaan.

“Kami menargetkan pembangunan dapat dimulai dalam waktu dekat agar segera dimanfaatkan oleh civitas akademika UIN Ar-Raniry,” pungkasnya.*

SHARE :

0 facebook:

 
Top