LAMURIONLINE.COM I ACEH
- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Romi Syah Putra (RSP), menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus kecaman keras atas kecelakaan maut yang melibatkan mobil dump truck pengangkut biji besi milik PT Louser Karya Tambang (LKT) di Gampong Alue Jerjak, Kecamatan Babahrot, Aceh Barat Daya, Jumat (27/3) malam.

​Kecelakaan yang merenggut nyawa seorang pengendara becak tersebut dinilai sebagai alarm keras bagi pemerintah dan instansi terkait untuk mengevaluasi secara total aktivitas pengangkutan material tambang di wilayah pantai barat selatan Aceh.

​"Innalillahi wainna ilaihi raji'un. Saya secara pribadi dan sebagai wakil rakyat sangat berduka atas musibah ini. Namun, saya juga mengecam keras kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa warga. Jangan sampai operasional perusahaan tambang justru menjadi ancaman mematikan bagi masyarakat di jalan raya," tegas Romi Syah Putra, Sabtu (28/3/2026).

​Dalam pernyataannya, Romi Syah Putra menekankan beberapa poin krusial, diantaranya, pertama, audit kelayakan dan SOP. Romi mendesak Dinas Perhubungan dan pihak kepolisian untuk memeriksa kelayakan armada serta jam operasional truk PT LKT. Truk bermuatan berat (overload) di jalan nasional pada malam hari sangat berisiko tinggi.

Kedua, ​pertanggungjawaban Perusahaan. PT Louser Karya Tambang dituntut tidak hanya sekadar memberikan santunan, tetapi bertanggung jawab secara hukum dan moral atas musibah ini. Ketiga, Penegakan Hukum Tegas. Romi juga meminta Polres Abdya untuk mengusut tuntas kronologi kejadian tanpa pandang bulu. 

"Jika ditemukan unsur kelalaian atau pelanggaran izin jalan, pihak perusahaan harus mendapatkan sanksi administratif yang berat," tegas Romi.

Selanjutnya, Evaluasi Izin Lintasan. Romi meminta Pemerintah Aceh meninjau kembali izin lintas angkutan tambang di sepanjang jalur Meulaboh-Tapaktuan guna memastikan keselamatan pengguna jalan umum lebih diprioritaskan.

​Romi juga mengingatkan perusahaan tambang bahwa investasi di Aceh, termasuk sektor pertambangan, haruslah membawa kesejahteraan dan bermanfaat bagi masyarakat, bukan menghadirkan duka.

​"Kita tidak anti investasi, tapi keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Saya tidak ingin melihat lagi ada warga kita yang menjadi korban akibat ego bisnis perusahaan yang mengabaikan aspek keselamatan di jalan raya," tutup politisi asal Abdya tersebut. (Murdani Tijue)

SHARE :
Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

0 facebook:

 
Top