LAMURIONLINE.COM I BANDA ACEH –Umat Islam sudah seharusnya memperbanyak tadarus Al-Qur’an selama bulan Ramadhan, sebab tadarus merupakan salah satu amalan yang paling utama di bulan suci tersebut.

Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Aceh, Dr Tgk Muhammad Yusran Hadi, Lc, MA menyampaikan hal itu dalam ceramah Tarawih di Masjid Nurul Huda Kantor BPKP Aceh, Selasa malam, (3/3/26).

Tgk Yusran menjelaskan, salah satu keistimewaan Ramadhan adalah sebagai syahrul Qur’an (bulan Al-Qur’an). Disebut demikian karena pada bulan inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan.

Ia mengutip firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 yang menyatakan, Ramadhan bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan atas petunjuk itu, dan pembeda antara yang benar dan yang batil. 

Selain itu, ia juga menyebutkan Surah Al-Qadr ayat 1 dan Surah Ad-Dukhan ayat 3 yang menegaskan, Al-Qur’an diturunkan pada malam yang diberkahi, yakni Lailatul Qadar.

“Berdasarkan ayat-ayat tersebut, para ulama sepakat permulaan turunnya Al-Qur’an terjadi pada bulan Ramadhan, tepatnya pada malam Lailatul Qadar. Ini menunjukkan betapa agung dan mulianya bulan Ramadhan,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an pada bulan ini, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Mengutip hadits riwayat Al-Bukhari dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Tgk Yusran menjelaskan, Rasulullah orang yang paling dermawan dan kedermawanan beliau semakin bertambah di bulan Ramadhan ketika Malaikat Jibril menemuinya setiap malam untuk mentadaruskan Al-Qur’an.

“Tadarus Al-Qur’an adalah bentuk interaksi dengan Al-Qur’an, baik dengan membaca, memahami, menghafal, mengkhatamkan, mempelajari, maupun mengajarkannya. Amalan ini dianjurkan setiap waktu, dan lebih ditekankan lagi pada bulan Ramadhan,” jelasnya.

Ia menambahkan, sunnah Nabi tersebut kemudian diamalkan oleh para sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in, hingga para ulama setelahnya. Mereka bahkan mengurangi aktivitas dunia untuk lebih fokus berinteraksi dengan Al-Qur’an. Sebagian di antara mereka mampu mengkhatamkan Al-Qur’an dalam beberapa hari, bahkan ada yang setiap hari.

Doktor Fikih dan Ushul Fikih lulusan International Islamic University Malaysia (IIUM) itu juga memaparkan sejumlah keutamaan tadarus Al-Qur’an.


Pertama, Al-Qur’an akan memberikan syafaat pada hari kiamat bagi orang yang membacanya dan mengamalkannya, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Muslim.

Kedua, orang yang mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an termasuk golongan terbaik umat ini, sebagaimana sabda Rasulullah dalam hadits riwayat Al-Bukhari.

Ketiga, orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama para malaikat yang mulia, sedangkan yang terbata-bata tetap mendapat dua pahala, sebagaimana riwayat Al-Bukhari dan Muslim.

Ustaz Yusran yang juga dosen Fikih dan Ushul Fikih di UIN Ar-Raniry itu mengingatkan agar umat Islam tidak lalai dari tadarus Al-Qur’an karena kesibukan duniawi.

“Jangan sampai kita lebih sibuk dengan pekerjaan, tontonan, media sosial, atau aktivitas lain yang tidak bernilai ibadah, sehingga melalaikan tadarus Al-Qur’an. Padahal Ramadhan adalah bulan keberkahan di mana pahala dilipatgandakan,” tegasnya.

Ia menutup ceramahnya dengan mengajak jamaah menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam seluruh aspek kehidupan, demi meraih kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhirat. (Sayed M. Husen)

SHARE :
Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

0 facebook:

 
Top