LAMURIONLINE.COM | KOTA JANTHO
- Pagi itu, langit di atas kawasan Jantho Sport City tampak cerah. Di antara hamparan hijau yang masih terus bertumbuh, tangan-tangan penuh semangat bergerak menanam masa depan. Tak sekadar menanam pohon, tetapi juga menanam harapan.

Momentum Hari Bumi 2026 dimaknai dengan cara yang sederhana namun sarat makna oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Wakil Bupati Aceh Besar, Syukri A Jalil, turun langsung bersama para siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas, memimpin aksi penanaman 200 batang pohon di pekarangan Jantho Sport City, Rabu (22/4/2026).

Di tanah yang masih gembur itu, satu per satu bibit ditanam: durian, sirsak, pucuk merah, hingga ketapang. Masing-masing jenis membawa cerita dan manfaatnya sendiri—dari buah yang kelak bisa dinikmati hingga rindang yang akan menjadi peneduh di masa depan.

Bagi Syukri, kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ia melihatnya sebagai panggilan kesadaran.

“Peringatan Hari Bumi tahun ini harus menjadi ajakan untuk bergerak bersama, dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar,” ujarnya di sela kegiatan.

Suasana terasa hidup. Para siswa tampak antusias, sebagian tersenyum sambil memegang cangkul, lainnya sibuk menata tanah di sekitar batang pohon yang baru ditanam. Di balik keringat yang mengalir, tersimpan pelajaran berharga tentang tanggung jawab terhadap alam.

Tema global tahun ini, Our Power, Our Planet, seolah menemukan maknanya di Jantho. Kekuatan untuk menjaga bumi, seperti yang disampaikan Syukri, tidak datang dari satu pihak saja, melainkan dari kebersamaan, dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara kolektif.

Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Besar, Muwardi, menekankan pentingnya memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif. Menurutnya, gerakan menanam seperti ini bukan hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Menanam itu investasi jangka panjang. Selain menjaga lingkungan, juga bisa memberi manfaat ekonomi di masa depan,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia melihat langkah ini sejalan dengan berbagai gerakan lingkungan yang kini terus digalakkan, dari tingkat daerah hingga nasional, mulai dari pengelolaan sampah hingga edukasi gaya hidup berkelanjutan.

Di Jantho, pagi itu menjadi saksi bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Justru dari hal-hal kecil, seperti menanam satu pohon, gerakan besar bisa tumbuh.

Dan ketika akar-akar itu kelak menembus tanah, menguat dan menyebar, barangkali di situlah tersimpan harapan: bahwa bumi akan tetap lestari, karena ada generasi yang peduli dan mau menjaga.*

SHARE :

0 facebook:

 
Top