LAMURIONLINE.COM | ACEH BESAR
– Menjelang keberangkatan jamaah haji ke Tanah Suci, Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan (BDK) Aceh menggelar prosesi peusijuk dan pelepasan bagi lima orang keluarga besarnya yang akan menunaikan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M. Kegiatan tersebut berlangsung di Lobi Utama BDK Aceh, Samahani, Aceh Besar, pada Senin (20/4), sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi para dhuyufurrahman.

Dalam kegiatan tersebut, BDK Aceh melepas tiga orang jamaah haji reguler serta dua orang petugas haji. Prosesi peusijuk dilakukan oleh Kepala BDK Aceh Dr. Hj. Qadriyah, M.Pd, bersama Koordinator Widyaiswara Hj. Asmahan, S.Ag., M.H., Ph.D, serta Kasi Bimas Islam Kemenag Aceh Besar H. Khalid Wardana, S.Ag., M.Si.

Menariknya, dalam suasana penuh khidmat itu, H. Khalid Wardana yang awalnya diundang untuk menyampaikan tausiah dan memimpin prosesi peusijuk, turut diminta untuk dipeusijuk. Hal ini menyusul perannya sebagai salah satu petugas haji tahun ini yang dipercaya menjadi Ketua Kloter 8 BTJ Aceh.

“Kami memohon dukungan, bimbingan, dan doa agar diberikan kemudahan, kesuksesan, serta keberkahan dalam menjalankan tugas negara melayani tamu Allah,” ujar Khalid Wardana.

Kepala BDK Aceh, Dr. Qadriyah, dalam arahannya menegaskan bahwa ibadah haji merupakan puncak penghambaan seorang muslim kepada Allah SWT. Ia juga memberikan pesan khusus kepada para petugas haji agar menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan.

“Ibadah haji bukan sekadar perjalanan mengunjungi tempat bersejarah, melainkan perjalanan memperbaiki kualitas diri. Khusus bagi petugas haji, melayani jamaah dengan ikhlas adalah jalan menuju kemabruran,” tegasnya.

Sementara itu, dalam tausiahnya, Khalid Wardana menguraikan makna mendalam ibadah haji sebagai perjalanan spiritual menuju kesucian diri. Menurutnya, haji adalah momentum menanggalkan atribut duniawi dan kembali sebagai hamba yang sepenuhnya bergantung kepada Allah.

“Haji merupakan perjalanan menuju titik nol. Ketika mengenakan ihram, tidak ada lagi jabatan atau gelar, yang ada hanyalah hamba di hadapan Allah,” jelasnya.




Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Nurdin, M.Pd.I, dilanjutkan dengan doa bersama untuk keselamatan dan kelancaran jamaah haji Indonesia. Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah serta jabat tangan antarpegawai yang diiringi lantunan salawat badar, menambah kekhidmatan suasana pelepasan.

Adapun jamaah haji Kloter 8 BTJ yang dipimpin oleh Khalid Wardana berasal dari Kabupaten Aceh Besar, Bireuen, dan Gayo Lues, dan dijadwalkan berangkat menuju Tanah Suci pada 13 Mei 2026.*

SHARE :

0 facebook:

 
Top