lamurionline.com -- Banda Aceh – Dalam upaya memperkaya wawasan dan pengalaman belajar, siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 17 Aceh Besar melaksanakan kegiatan pembelajaran luar kelas dengan mengunjungi sejumlah situs bersejarah di Kota Banda Aceh, yakni Museum Aceh, Museum Tsunami Aceh, dan Kapal Apung PLTD Apung, Sabtu (11/04/2026).
Kegiatan edukatif ini bertujuan memberikan pemahaman langsung kepada siswa tentang sejarah, budaya, serta peristiwa penting yang pernah terjadi di Aceh, khususnya tragedi tsunami dahsyat tahun 2004. Selama kunjungan, para siswa didampingi oleh guru dan pembimbing yang turut memberikan arahan serta penjelasan di setiap lokasi.
Kunjungan diawali di Museum Aceh, tempat para siswa mengenal lebih dekat warisan budaya dan sejarah daerah. Berbagai koleksi seperti pakaian adat, alat musik tradisional, hingga benda-benda bersejarah memberikan gambaran kehidupan masyarakat Aceh pada masa lampau. Antusiasme siswa terlihat saat mereka mengamati langsung setiap koleksi yang dipamerkan.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Museum Tsunami Aceh. Di lokasi ini, siswa diajak menyelami kembali kronologi bencana melalui media interaktif seperti diorama, foto dokumentasi, serta rekaman suara. Suasana haru tak terelakkan saat para siswa memasuki lorong peringatan yang menggambarkan detik-detik terjadinya tsunami, menghadirkan pengalaman emosional yang mendalam.
Kunjungan ditutup di Kapal Apung PLTD Apung, sebuah kapal besar yang menjadi saksi bisu kedahsyatan tsunami. Para siswa tampak takjub saat mendengarkan penjelasan mengenai bagaimana kapal tersebut dapat terseret gelombang hingga beberapa kilometer ke daratan, menjadi bukti nyata kekuatan alam yang luar biasa.
Plt. Kepala Madrasah, Miswar, S.Pd.I, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran kontekstual yang tidak hanya berlangsung di dalam kelas. “Melalui kunjungan langsung ke situs bersejarah, siswa dapat memahami nilai-nilai sejarah, budaya, serta mengambil pelajaran penting dari peristiwa masa lalu,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah, memperluas wawasan, serta membangun kesadaran akan pentingnya mengambil hikmah dari setiap peristiwa sejarah.
Selain aspek pengetahuan, para siswa juga diingatkan untuk menjaga sikap, sopan santun, serta mematuhi aturan selama berada di lokasi kunjungan. Salah satu guru pendamping menuturkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan empati, kepedulian, dan rasa menghargai sejarah di kalangan siswa sejak dini.
Melalui pembelajaran di luar kelas ini, siswa tidak hanya memperoleh ilmu secara teoritis, tetapi juga pengalaman nyata yang berkesan dan mendalam, sehingga mampu membentuk karakter serta pemahaman yang lebih utuh terhadap sejarah dan budaya Aceh.(Cek Man/*)

0 facebook:
Post a Comment