lamurionline.com -- Ladong Aceh Besar -- AMANAH Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi masa depan melalui pelatihan kepemimpinan dan karakter bagi pelajar. Sebanyak 80 siswa dari Yayasan Pendidikan Hafizh Cendekia (YPHC) mengikuti kegiatan bertajuk Bootcamp Pengembangan Diri Pelajar yang berlangsung selama dua hari di Kompleks AMANAH Ladong, Aceh Besar, pada 30 April–1 Mei 2026.

Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, melainkan proses intensif untuk membentuk pemimpin muda yang tidak hanya unggul secara personal, tetapi juga mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat. Selama dua hari, peserta menjalani pembinaan menyeluruh, mulai dari penguatan mental, karakter, hingga aksi sosial langsung di lapangan.

Ketua Yayasan AMANAH, Dr. Syaifullah Muhammad, saat membuka kegiatan menegaskan pentingnya kemampuan komunikasi sebagai fondasi kepemimpinan.
“Seorang pemimpin harus mampu mempengaruhi dan menggerakkan. Di sinilah komunikasi menjadi kunci. Para siswa ini adalah calon pemimpin Aceh yang harus mulai ditempa dari sekarang,” ujarnya.

Penguatan perspektif kepemimpinan dilanjutkan oleh Said Muniruddin, yang mengajak peserta menggali potensi diri melalui pendekatan kecerdasan menyeluruh—baik intelektual, emosional, maupun spiritual.
“Pelajar kita adalah raksasa yang sedang tertidur. Ketika potensi ini dibangkitkan, bukan hanya diri mereka yang maju, tetapi masyarakat di sekitarnya ikut terangkat,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Amanah Dr. Safwan Nurdin memfasilitasi pemetaan mental siswa untuk mengidentifikasi hambatan internal serta merumuskan langkah konkret menuju perubahan. Pendekatan ini menjadi fondasi penting agar kepemimpinan yang dibangun tidak berhenti pada konsep, tetapi berlanjut pada aksi nyata.

Yang membedakan bootcamp ini adalah integrasi antara pelatihan kepemimpinan dan kontribusi sosial langsung. Para peserta tidak hanya belajar di dalam ruangan, tetapi juga terjun ke lapangan melalui kegiatan pembersihan Pantai Ladong sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Selain itu, peserta mengikuti tur ke unit-unit AMANAH untuk mengenal ekosistem inkubasi bisnis dan membuka wawasan tentang kemandirian ekonomi serta inovasi masa depan.

Kegiatan semakin lengkap dengan sesi team building melalui outbound, serta pembiasaan disiplin ibadah dan tilawah Al-Qur’an yang didampingi oleh guru-guru YPHC. Hal ini membentuk keseimbangan antara kecerdasan intelektual, karakter, dan spiritualitas peserta.


Penutupan kegiatan turut dihadiri oleh orang tua siswa yang menyaksikan langsung perkembangan anak-anak mereka. Ketua YPHC, Yunita Ningsih, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami melihat bukan hanya peningkatan kemampuan, tetapi juga perubahan sikap dan kesadaran. Ini adalah investasi karakter yang akan berdampak luas bagi masa depan anak-anak dan masyarakat,” tuturnya.

Melalui program ini, AMANAH menegaskan bahwa kepemimpinan sejati bukan hanya tentang posisi, tetapi tentang kontribusi—bagaimana seorang pelajar mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan masa depan Aceh. (Heri Ulka)

SHARE :

0 facebook:

 
Top