lamurionline.com -- Banda Aceh – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh bekerja sama dengan Persatuan Pelatih Fisik Indonesia (PPFI) menggelar coaching clinic cabang olahraga bela diri dan olahraga tarung. Kegiatan ini diikuti sebanyak 70 pelatih dari delapan cabang olahraga dan berlangsung di Hotel Amel Convention Center, Banda Aceh.

Ketua panitia, Mulyadi, S.Pd, dalam pembukaan kegiatan pada Sabtu (2/5/2026) malam, menyampaikan bahwa coaching clinic ini merupakan tahap awal dari program peningkatan kapasitas pelatih fisik di Aceh.

“Ini adalah tahap pertama. Kami rencanakan akan berlanjut pada tahap berikutnya dalam tahun yang sama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, para peserta berasal dari berbagai cabang olahraga, yakni anggar, taekwondo, wushu, pencak silat, kempo, tarung derajat, tinju, dan karate. Kegiatan ini digelar selama empat hari, mulai 30 April hingga 3 Mei 2026.

Mengusung tema peningkatan kompetensi pelatih fisik berbasis sport science, pelatihan ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan teknis pelatih sekaligus memperluas jejaring lintas cabang olahraga.

Sementara itu, Kepala Dispora Aceh, T. Banta Nuzullah melalui Kepala Bidang Pembinaan dan Peningkatan Prestasi Olahraga (P3O), T. Bustamam, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong profesionalisme pelatih di daerah.

Menurutnya, pelatih fisik memiliki peran sentral dalam membentuk performa atlet, mulai dari kekuatan, daya tahan, kecepatan, kelincahan hingga kesiapan mental saat bertanding.

“Keberhasilan pembinaan olahraga prestasi sangat ditentukan oleh kualitas pelatih, baik dari sisi teknis, metodologi, maupun penguasaan ilmu pengetahuan,” ungkapnya.

Melalui coaching clinic ini, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kapasitas diri, memperkaya wawasan, serta mengadopsi metode latihan modern yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi olahraga.

Selain menjadi ajang pembelajaran, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang berbagi pengalaman dan memperkuat kolaborasi antar pelatih, khususnya di cabang olahraga bela diri.

Dispora Aceh menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan prestasi olahraga daerah. Program ini juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan atlet Aceh menghadapi berbagai ajang kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Panitia berharap, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kompetensi pelatih, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan olahraga Aceh ke arah yang lebih kompetitif dan berdaya saing tinggi. (Cek Man/*)

 
 
SHARE :

0 facebook:

 
Top