LAMURIONLINE.COM | MADINAH - Menyambut tahun baru 1 muharram 1448 hijriah, jamaah haji Provinsi Aceh yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) BTJ 8 melaksanakan ziarah dan napak tilas perjuangan Rasulullah SAW di Kota Madinah, selasa (16/6/2026).
Ziarah di mulai dengan mengunjungi makam Rasulullah yang terletak di bawah kubah hijau Masjid Nabawi. Tidak sedikit jamaah yang menitikkan air mata mengenang perjuangan Nabi Muhammad dalam menyebarkan ajaran Islam, menegakkan kebenaran dan keadilan.
Makam Rasulullah menjadi titik magnit bagi jamaah yang berada di Madinah, di sampingnya ada makam Abubakar Siddiq dan Umar bin Khattab, 2 sahabat dekat dan khalifah pertama.
Antara makam Rasulullah dengan mimbar terdapat satu area yang di namakan raudhah. Beribadah dan berdoa di tempat ini sangat di anjurkan, karena di yakini sebagai salah satu tempat paling istimewa dan mustajab untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT.
Tempat ini di tandai dengan karpet berwarna hijau dan di sebut oleh Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu taman dari taman taman syurga. Untuk jamaah haji telah di atur waktunya untuk bisa menuju raudhah walaupun dengan durasi sangat terbatas. Setiap kloter dan jamaah dari berbagai negara telah di atur waktunya, termasuk di sediakan aplikasi nusuk untuk mendaftar dan mengatur jadwal kunjungan ke raudhah.
Sangat banyak jejak sejarah perjuangan Rasulullah di Kota Madinah antara lain Masjid Quba, Masjid Qiblatain dan Jabal Uhud.
Dengan menaiki 8 bus di pandu muthawif kloter yaitu H Khalid Wardana, H Mustafa, H Nazaruddin Lc dan Tgk Zulfan Wandi, jamaah haji btj 8 sangat puas menikmati kunjungan ziarah dan mendengarkan kilas balik jejak perjuangan Rasulullah.
Masjid Quba yang terletak 3 km dari Masjid Nabawi merupakan masjid pertama yang di bangun Rasulullah pada tahun pertama hijrah. Masjid ini mempunyai nilai ibadah tersendiri, berdasarkan sabda Rasulullah SAW "barang siapa bersuci di rumahnya kemudian mendatangi Masjid Quba dan shalat di dalamnya, ia akan mendapat pahala layaknya ibadah umrah".
Sedangkan Masjid Qiblatain menjadi satu situs sejarah penting di Madinah yang menjadi saksi turunnya wahyu perubahan arah kiblat dari Masjid Aqsa di Palestina ke Ka'bah di Mekkah. Pertengahan bulan syakban tahun ke 2 hijriah, Nabi Muhammad sedang memimpin shalat dhuhur ketika menerima wahyu yang memerintahkan perubahan arah kiblat. Beliau langsung memutar arah 180 derajat untuk menghadap Mekkah dan para jamaah segera mengikuti.
Adapun ziarah ke Jabal Uhud, jamaah melakukan doa untuk mengenang para syuhada Uhud. Di tempat ini di kebumikan 70 syuhada, termasuk paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muthalib .
Jabal Uhud merupakan gunung batu berwarna kemerahan yang terletak 5 km dari Masjid Nabawi. Gunung ini sangat bersejarah dalam Islam dan menjadi lokasi perang Uhud, sebuah pertempuran besar antara kaum muslimin dan kafir Quraisy.
Di akhir kunjungan ziarah jamaah haji di ajak ke kebun kurma untuk melihat langsung tanaman padang pasir yang menjadi primadona di kawasan jazirah Arab. Banyak jamaah yang menikmati kurma mengkal berwarna merah dan kuning, memiliki tekstur renyah dan manis. Tidak sedikit jamaah yang memborong kurma muda, buah musiman yang sangat di cari di kota Madinah. Banyak jamaah mendapat pesanan untuk membawa pulang kurma muda terutama untuk pasangan yang telah lama menikah tetapi belum memiliki keturunan. Kurma muda di yakini mampu meningkatkan produktivitas hormon untuk program hamil.
Setelah setengah hari mengelilingi kota Madinah jamaah kembali ke hotel yang jaraknya hanya 90 meter dari Masjid Nabawi selanjutnya melaksanakan shalat dhuhur berjamaah di dekat makam Rasulullah.
Reportase: Khalid Wardana, Ketua Klotet BTJ 8 Aceh.



0 facebook:
Post a Comment