Laporan Khalid Wardana, Ketua Kloter BTJ 8 Aceh dari Arafah–Mekkah
LAMURIONLINE.COM | MEKKAH – Jamaah haji Aceh yang tergabung dalam gelombang kedua memanfaatkan sisa waktu di Kota Mekkah sebelum bertolak ke Madinah Al Munawarah dengan mengikuti kegiatan ziarah dan city tour ke sejumlah lokasi bersejarah dan religius.
Sejumlah destinasi yang menjadi pilihan jamaah antara lain Jabal Rahmah, Jabal Nur (Gua Hira), Jabal Tsur, museum, peternakan unta, serta lokasi miqat umrah seperti Tan’im, Ji’ranah, dan Hudaibiyah. Selain itu, sebagian jamaah yang didampingi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) serta petugas kloter juga melakukan perjalanan ke Kota Thaif, sekitar 100 kilometer dari Mekkah, yang dikenal memiliki panorama pegunungan dan udara yang lebih sejuk.
Di antara berbagai lokasi tersebut, Jabal Rahmah menjadi salah satu destinasi yang paling diminati karena nilai sejarah dan spiritual yang melekat padanya. Kegiatan ziarah ke lokasi ini juga dilakukan oleh jamaah haji Kloter BTJ 8 Aceh pada Kamis (11/6/2026).
Jabal Rahmah berada di kawasan Padang Arafah, lokasi pelaksanaan puncak ibadah haji yakni wukuf. Bukit berbatu setinggi sekitar 70 meter itu berjarak kurang lebih 20 kilometer dari pusat Kota Mekkah. Dalam tradisi yang berkembang di kalangan umat Islam, tempat ini dikenal sebagai lokasi pertemuan kembali Nabi Adam AS dan Siti Hawa setelah keduanya diturunkan ke bumi.
Di puncak Jabal Rahmah terdapat monumen batu berbentuk persegi panjang yang menjadi penanda lokasi yang diyakini masyarakat sebagai titik pertemuan tersebut. Bagi umat Islam, Jabal Rahmah dimaknai sebagai simbol kasih sayang, pengampunan, dan harapan untuk memperbaiki diri.
Nilai yang dapat dipetik dari kisah pertemuan Nabi Adam AS dan Siti Hawa tidak hanya berkaitan dengan makna taubat dan kasih sayang Allah SWT, tetapi juga tentang persatuan umat manusia. Seluruh manusia berasal dari asal-usul yang sama sehingga perbedaan suku, bangsa, maupun status sosial seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling merendahkan atau terpecah.
Pesan tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai yang disampaikan Rasulullah SAW dalam Khutbah Wada’, yang menekankan penghormatan terhadap sesama, keadilan, serta pentingnya menjaga persaudaraan antarmanusia. Momentum ziarah ke Jabal Rahmah menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan ritual, tetapi juga sarana memperkuat semangat kebersamaan dan ukhuwah.
Diharapkan, jamaah yang kembali ke daerah masing-masing dapat membawa semangat perubahan positif di tengah masyarakat, dengan mengedepankan persatuan, menghargai perbedaan, serta memperkuat ukhuwah Islamiah dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, hingga Kamis (11/6/2026), sebanyak tiga kloter jamaah haji Aceh yakni Kloter 2, Kloter 3, dan Kloter 4 telah berada di Kota Madinah. Selanjutnya, jamaah dari Kloter 5 hingga Kloter 14 akan diberangkatkan secara bertahap dalam beberapa hari ke depan. Jamaah gelombang kedua dijadwalkan kembali ke Aceh melalui Bandara Madinah setelah menjalani masa tinggal sekitar delapan hari di kota tersebut.
Adapun Kloter 1 yang termasuk gelombang pertama keberangkatan jamaah haji Aceh dijadwalkan kembali ke Tanah Air melalui Bandara Jeddah pada 15 Juni 2026.*




0 facebook:
Post a Comment