LAMURIONLINE.COM I BENER MERIAH - Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi salah satu bentuk nyata dilakukan oleh tim dosen dari Jurusan Kesehatan Lingkungan melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 15 Bener Meriah pada 22-23 April 2026. Kegiatan ini mengusung tema inovatif, yakni penanaman tanaman anti nyamuk serta edukasi pembuatan dan pemasangan larvatrap (perangkap jentik) di lingkungan sekolah.
Acara dibuka secara resmi Kepala Sekolah MIN 15 Bener Meriah, Yusnizar, S.Pd.I., M.Pd. Dalam sambutannya, Yusnizar menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif para akademisi. Menurutnya, pemahaman mengenai sanitasi dan pengendalian vektor penyakit harus ditanamkan sejak dini kepada para siswa agar tercipta lingkungan belajar yang sehat dan bebas dari ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD).
Edukasi Kreatif untuk Siswa
Kegiatan hari pertama dimulai dengan sesi penyuluhan yang interaktif. Para siswa diberikan pemahaman mengenai siklus hidup nyamuk Aedes aegypti dan bahaya yang ditimbulkannya. Tidak hanya sekadar teori, para siswa diajak langsung untuk mempraktikkan cara memutus rantai perkembangbiakan nyamuk dengan metode yang sederhana namun efektif.
Inovasi Larvatrap dan Green Barrier
Fokus utama pengabdian ini adalah mengajarkan siswa membuat Larvatrap, sebuah perangkat sederhana untuk memerangkap nyamuk agar bertelur di tempat yang telah disiapkan, sehingga jentik yang menetas tidak dapat berkembang menjadi nyamuk dewasa.
Selain itu, dilakukan pula aksi Green Barrier melalui penanaman berbagai jenis tanaman yang secara alami tidak disukai oleh nyamuk. Beberapa tanaman yang ditanam di area sekolah antara lain: Bunga Lavender, Serai Wangi, Zodia, Bunga Geranium (Tapak Dara)
"Kami ingin mengajarkan bahwa menjaga kesehatan lingkungan tidak harus mahal. Dengan memanfaatkan bahan bekas untuk larvatrap dan menanam tanaman hias pengusir nyamuk, sekolah bisa menjadi area yang aman dari gigitan nyamuk," ujar Bapak Zulfikar, SKM, MPH selaku perwakilan tim dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh.
Pemasangan larvatrap dan penanaman tanaman yang dipandu Wiwit Aditama, SKM MPH dan Budi Arianto SKM, M.Kes berserta dewan guru dilakukan di titik-titik strategis sekolah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh warga sekolah. Kegiatan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan sekolah yang bersih dan sehat.*


0 facebook:
Post a Comment