LAMURIONLINE.COM I BANDA ACEH - Dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan (Kesling) Poltekkes Kemenkes Aceh melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Sosialisasi Pelestarian Pohon Mangrove dalam Kesiapsiagaan Bencana Melalui Pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)” di Gampong Deah Glumpang, Kota Banda Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Kantor Keuchik Deah Glumpang dengan melibatkan masyarakat, kader desa, serta mahasiswa.
Kegiatan ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui program tersebut, para dosen berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian ekosistem mangrove sebagai benteng alami kawasan pesisir dalam menghadapi ancaman abrasi, banjir rob, hingga tsunami.
Dalam kegiatan tersebut, peserta terlebih dahulu mengikuti penyuluhan mengenai manfaat hutan mangrove bagi lingkungan dan bahaya yang dapat ditimbulkan apabila kawasan pesisir kehilangan vegetasi mangrove. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya peran mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem, menjadi habitat biota laut, serta melindungi wilayah pesisir dari kerusakan akibat gelombang laut.
Selanjutnya, tim pengabdian masyarakat melaksanakan kegiatan pemicuan dengan pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Pendekatan ini dilakukan untuk membangun kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat agar memiliki rasa mau dan mampu dalam menanam, merawat, serta melestarikan pohon mangrove sebagai bagian dari kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat.
Tidak hanya menerima materi di dalam ruangan, masyarakat, kader desa, dan mahasiswa juga diajak turun langsung ke kawasan pesisir pantai untuk melakukan penanaman bibit mangrove di lahan-lahan kosong. Selain itu, peserta turut melaksanakan gotong royong membersihkan area pesisir dan merapikan tanaman mangrove yang telah tumbuh agar dapat berkembang dengan baik.
Tim pengabdian berharap kegiatan tersebut dapat mendorong terbentuknya kawasan hutan mangrove yang berkelanjutan di pesisir Deah Glumpang. Keberadaan hutan mangrove dinilai sangat penting dalam mendukung upaya mitigasi bencana, khususnya di wilayah yang rawan air pasang dan tsunami.
Dalam kesempatan itu, tim dosen juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan merawat pohon mangrove melalui kegiatan sederhana, seperti membersihkan ranting yang mati, merapikan tanaman yang menjalar, hingga memanfaatkan bibit baru untuk ditanam kembali di kawasan tandus atau kosong di sekitar pesisir pantai.
Masyarakat setempat menyambut positif kegiatan tersebut. Dari hasil dialog bersama warga, diketahui bahwa masyarakat sebenarnya memiliki keinginan untuk merawat mangrove, namun membutuhkan dorongan dan kegiatan bersama agar semangat gotong royong tetap terjaga. Karena itu, perangkat desa diharapkan dapat terus menggerakkan masyarakat melalui kegiatan rutin di kawasan pesisir.*

0 facebook:
Post a Comment