LAMURIONLINE.COM I ACEH BESAR
— Dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pendampingan Pembuatan Kompos untuk Masyarakat Desa Bukloh Kecamatan Suka Makmur Kabupaten Aceh Besar Tahun 2026” pada 6–7 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif melalui pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk kompos bernilai guna.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Bukloh, Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Aceh Besar tersebut diikuti oleh masyarakat setempat yang mayoritas memiliki lahan perkebunan di sekitar rumah. Selama ini, limbah organik seperti daun kering, sisa sayuran, rumput, dan sampah kebun umumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagian limbah bahkan masih dibakar atau dibuang begitu saja sehingga berpotensi mencemari lingkungan.

Melihat kondisi tersebut, tim dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh menginisiasi program pendampingan yang berfokus pada edukasi dan praktik langsung pembuatan kompos sederhana. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah organik rumah tangga dan perkebunan menjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan dan ekonomis.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat diberikan materi mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik, manfaat kompos bagi kesuburan tanah, serta dampak positif penggunaan pupuk organik terhadap kesehatan lingkungan. Selain penyampaian teori, peserta juga diajarkan secara langsung tahapan pembuatan kompos, mulai dari pemilahan bahan organik, pencacahan, pencampuran bahan, proses fermentasi, hingga teknik pemanenan kompos yang siap digunakan pada tanaman perkebunan maupun pekarangan rumah.

Ketua tim pengabdian, Kartini, SKM, MT, mengatakan kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah organik, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat dalam menyediakan pupuk alami untuk kebutuhan tanaman mereka sendiri.

“Mayoritas masyarakat Desa Bukloh memiliki kebun di sekitar rumah, sehingga kebutuhan pupuk cukup tinggi. Melalui pelatihan ini, masyarakat dapat memanfaatkan limbah organik yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi kompos yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis,” ujarnya.

Sebagai bagian dari kegiatan pendampingan, tim pengabdian juga melakukan evaluasi terhadap hasil kompos yang telah dibuat masyarakat. Setelah melalui proses fermentasi dan pengamatan selama satu minggu, diperoleh hasil kompos dengan kualitas yang baik, ditandai dengan warna lebih gelap, tekstur remah, serta tidak menimbulkan bau menyengat.



Hasil evaluasi menunjukkan masyarakat telah mampu mengikuti tahapan pembuatan kompos dengan benar sehingga pupuk kompos yang dihasilkan dapat langsung diaplikasikan pada tanaman di sekitar pekarangan maupun lahan perkebunan warga.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Peserta aktif berdiskusi dan mengikuti praktik pembuatan kompos secara langsung. Warga menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena memberikan solusi sederhana dalam mengatasi permasalahan sampah organik sekaligus membantu mengurangi pengeluaran untuk pembelian pupuk kimia.

Selain memberikan manfaat ekonomi, penggunaan kompos juga diharapkan mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan lahan, dan mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan. Pendampingan ini menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi dan pemanfaatan potensi lokal desa.*

SHARE :

0 facebook:

 
Top