LAMURIONLINE.COM I MEKKAH - Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji, petugas kloter asal Provinsi Aceh menggelar kegiatan pemantapan persiapan Armuzna dan manasik haji yang dipusatkan di Masjid Al Mabrur, Burj Al Wahda Al Mutamayiz Hotel, Sektor 6 Jarwal, Mekkah. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman jamaah terkait rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) agar seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan tertib, aman, dan khusyuk.
Pada kegiatan yang berlangsung Selasa (19/5/2026), pemantapan manasik diikuti oleh jamaah Kloter 8 BTJ Aceh yang dikoordinir Ketua Kloter H. Khalid Wardana bersama Pembimbing Ibadah H. Mustafa, serta jamaah Kloter 4 BTJ Aceh yang dipimpin Ketua Kloter Tgk. Muhammad Nizar bersama Pembimbing Ibadah HM. Chalis. Kegiatan berlangsung penuh semangat dengan antusiasme tinggi dari para jamaah.
Selama kegiatan berlangsung, jamaah tampak tekun mengikuti setiap materi yang disampaikan. Banyak jamaah aktif mengajukan pertanyaan terkait tata cara pelaksanaan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, hingga teknis melontar jumrah. Para pembimbing ibadah memberikan penjelasan secara rinci agar jamaah memahami alur pelaksanaan ibadah serta skema pergerakan selama fase Armuzna.
Ketua Kloter 8 BTJ Aceh, H. Khalid Wardana, mengatakan bahwa pemantapan manasik menjelang Armuzna sangat penting dilakukan untuk mempersiapkan jamaah secara fisik, mental, perbekalan, dan pemahaman ilmu manasik demi kesempurnaan ibadah haji. Menurutnya, jamaah harus memahami tata cara ibadah dan skema pergerakan selama berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina karena fase tersebut merupakan puncak ibadah haji yang sangat menguras energi dan membutuhkan kesiapan menyeluruh.
“Manasik Armuzna sangat penting dipahami karena merupakan fase puncak ibadah haji yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta pemahaman tata cara ibadah yang akurat agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan baik dan meraih haji mabrur,” ujar H. Khalid Wardana.
Menjelang pelaksanaan wukuf di Arafah yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026 atau bertepatan dengan 9 Zulhijjah 1447 Hijriah, jamaah haji juga diarahkan untuk menjaga stamina dan mengurangi aktivitas perjalanan ke Masjidil Haram. Hal ini dilakukan mengingat padatnya arus jamaah haji serta berhentinya sementara operasional bus shalawat menjelang fase Armuzna.
Petugas kloter juga mengimbau jamaah agar lebih fokus beribadah di masjid pemondokan masing-masing dan membatasi aktivitas di luar hotel demi menjaga kondisi kesehatan. Dengan kesiapan yang matang, diharapkan seluruh jamaah haji Aceh dapat menjalankan rangkaian ibadah Armuzna dengan lancar, sehat, dan memperoleh predikat haji yang mabrur.
Editor: Cek Abrar


0 facebook:
Post a Comment