lamaurionline.com -- ​BANDA ACEH – Ikatan persaudaraan yang kuat ditunjukkan oleh Ikatan Alumni Pesantren Darul Arafah Raya (IKAPDA) Aceh. Hanya dalam waktu singkat setelah kabar duka menyebar, gerakan solidaritas lintas angkatan langsung bergerak cepat menggalang kepedulian untuk keluarga almarhum Fakhri Herdieco Bin Alm. Yan Budi Eko Hartono (19), alumni angkatan ke-34 yang berpulang akibat insiden ledakan KMP Aceh Hebat 2.

​Gerakan spontan yang dimotori oleh para alumni dari berbagai generasi ini berhasil menghimpun bantuan kemanusiaan dengan jumlah sementara mencapai Rp15.350.000, dan angka tersebut dilaporkan masih terus bergerak naik.

​Ketua IKAPDA Aceh, Teungku Iskandar, mengungkapkan bahwa respons cepat ini merupakan cerminan dari kokohnya ikatan kekeluargaan yang telah tertanam sejak masa pendidikan di pesantren. Begitu mendengar kabar Fakhri mengembuskan napas terakhir di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh pada Sabtu (20/6/2026) malam, koordinasi antarangkatan langsung berjalan.

​Dari total donasi sementara yang masuk via transfer sebesar Rp15.350.000 tersebut, IKAPDA Aceh bergerak cepat dengan langsung menyerahkan bantuan awal senilai Rp5.000.000 secara tunai kepada Ibunda almarhum saat masih berada di RSUD Zainal Abidin. Saat ini, sisa dana donasi yang tercatat adalah sebesar Rp10.350.000.

​"Begitu kabar duka ini menyebar, berbagai angkatan alumni langsung bergerak tanpa menunda. Ini bukan sekadar tentang angka, melainkan wujud nyata dari kuatnya ikatan persaudaraan yang terjalin di antara alumni Darul Arafah Raya," ujar Teungku Iskandar didampingi Sekretaris IKAPDA Aceh, Amwar Citra Hutabarat, Minggu (21/6/2026).

​Sementara itu, Sekretaris IKAPDA Aceh, Amwar Citra Hutabarat, memberikan apresiasi mendalam atas kepedulian yang ditunjukkan oleh seluruh anggota alumni. Menurutnya, gerakan ini lahir dari rasa kebersamaan untuk meringankan beban keluarga almarhum yang sedang menghadapi masa-masa sulit.

​"Terima kasih kepada seluruh alumni yang telah menyisihkan rezekinya. Gerakan ini membuktikan bahwa di mana pun kami berada, rasa kebersamaan sebagai satu keluarga besar tetap terjaga erat," tutur Amwar.

​Rencananya, sisa dana yang terkumpul akan segera disalurkan seluruhnya kepada pihak keluarga almarhum. Selain bantuan materiel, IKAPDA Aceh juga terus menggalang doa bersama dari seluruh jaringan alumni demi ketabahan keluarga yang ditinggalkan.

​Almarhum Fakhri Herdieco sendiri merupakan taruna Politeknik Pelayaran Malahayati yang menjadi salah satu korban luka bakar serius dalam insiden ledakan ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 pada 12 Juni 2026 lalu, saat kapal sedang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.(*)

SHARE :

0 facebook:

 
Top