LAMURIONLINE.COM I JAKARTA
– Majelis Adat Aceh (MAA) Perwakilan Jakarta mengeluarkan pandangan resmi terkait dinamika yang berkembang di tengah masyarakat Aceh menyusul persetujuan Rencana Pengembangan atau Plan of Development (PoD) I Lapangan Tangkulo Blok South Andaman oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Melalui pernyataan yang disampaikan Ketua MAA Perwakilan Jakarta, Dr. Ir. Surya Darma, MBA., Dipl. Geotherm. Tech., MAA mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh untuk menyikapi persoalan tersebut secara bijak, jernih, dan proporsional demi menjaga kemaslahatan bersama serta keberlanjutan pembangunan ekonomi Aceh dan nasional.

Dalam keterangannya, MAA Jakarta menilai berbagai pandangan yang muncul, termasuk pernyataan sikap sejumlah organisasi masyarakat Aceh, merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang harus dihormati. Namun demikian, MAA mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan ataupun menyampaikan penolakan maupun dukungan secara mutlak tanpa memahami keseluruhan aspek yang melingkupi proyek strategis nasional tersebut. Menurut MAA, pengembangan Blok South Andaman memerlukan kajian menyeluruh yang mencakup aspek teknis, ekonomi, sosial, lingkungan, risiko, hingga ketahanan energi nasional, sehingga ruang dialog dan komunikasi konstruktif perlu terus dibuka.

MAA Jakarta juga menegaskan pentingnya menghormati kewenangan pemerintah pusat, khususnya Menteri ESDM, dalam mengambil keputusan terkait kelayakan dan persetujuan PoD suatu wilayah kerja migas. Keputusan yang diambil pemerintah, menurut MAA, merupakan bagian dari mekanisme tata kelola negara yang didasarkan pada pertimbangan hukum, kepentingan energi nasional, serta perhitungan ekonomi yang komprehensif. Kendati demikian, MAA berharap kebijakan yang diambil tetap memperhatikan kepentingan daerah agar manfaat pengelolaan sumber daya alam dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat Aceh.

Lebih lanjut, MAA Perwakilan Jakarta menegaskan bahwa masyarakat, organisasi kemasyarakatan, maupun diaspora Aceh memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, masukan, dan pandangan terhadap berbagai skema pengelolaan migas yang direncanakan. Aspirasi tersebut dipandang sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan perekonomian Aceh. Namun, MAA mengingatkan bahwa berbagai pandangan yang berkembang hendaknya ditempatkan sebagai rekomendasi dan kontribusi pemikiran yang konstruktif, bukan sebagai keputusan yang dapat menggantikan atau membatalkan kewenangan lembaga negara yang berwenang.

Untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat, MAA Jakarta mendorong pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, SKK Migas, akademisi, serta unsur masyarakat untuk membangun forum dialog dan sosialisasi yang terbuka dan transparan. Melalui forum tersebut, masyarakat dapat memperoleh penjelasan yang utuh mengenai skema pengembangan yang dipilih, termasuk berbagai pertimbangan teknis dan ekonominya. MAA menilai keterbukaan informasi menjadi langkah penting untuk membangun kepercayaan publik dan memastikan aspirasi masyarakat tersalurkan secara baik.

Di sisi lain, MAA Jakarta mengajak seluruh pihak untuk mengarahkan perhatian pada optimalisasi dampak ekonomi daerah atau multiplier effect yang dapat dihasilkan dari pengembangan Blok South Andaman. Menurut MAA, yang paling penting bagi masyarakat Aceh adalah bagaimana proyek tersebut mampu menghadirkan manfaat nyata berupa penyerapan tenaga kerja lokal, penguatan industri hilir, serta peningkatan ketahanan energi daerah. Gas yang dihasilkan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali kawasan industri strategis seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, mendukung operasional pabrik pupuk, industri petrokimia, pembangkit listrik berbasis gas, hingga pengembangan industri turunan lainnya yang mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian Aceh.

Menutup pernyataannya, Ketua MAA Perwakilan Jakarta, Dr. Ir. Surya Darma, MBA., Dipl. Geotherm. Tech., berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjaga suasana yang kondusif dan mengedepankan semangat musyawarah dalam menyikapi pengembangan Blok South Andaman. MAA menegaskan bahwa energi kolektif masyarakat Aceh sebaiknya difokuskan pada pengawalan implementasi proyek agar benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat serta kemajuan daerah yang dikenal sebagai Bumi Serambi Mekkah. (Sultan Aminy)

SHARE :

0 facebook:

 
Top