*Dari Sebidang Lahan, Lambeutong Merajut Masa Depan Pangan Desa
LAMURIONLINE.COM I ACEH BESAR – Mentari masih menggantung ketika hamparan lahan di Gampong Lambeutong, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar. tampak semerbak hijau kekuningan. Di atas tanah yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal itu, satu per satu benih jagung ditanam. Bagi masyarakat setempat, aktivitas tersebut bukan sekadar musim tanam, tetapi juga awal tumbuhnya harapan baru menuju kemandirian pangan.
Lahan seluas sekitar 1,5 hektare itu kini menjadi bagian dari Program Ketahanan Pangan Gampong Lambeutong yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Gampong (BUMG). Dengan dukungan anggaran sekitar Rp47 juta, program tersebut dirancang tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.
Keuchik Gampong Lambeutong, Imran, mengatakan bahwa program ketahanan pangan merupakan bentuk komitmen pemerintah gampong dalam memanfaatkan potensi gampong agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Program ini bukan sekadar menanam jagung, tetapi bagaimana kami membangun semangat gotong royong dan memanfaatkan aset desa agar lebih produktif. Harapan kami, hasilnya nanti dapat memberikan nilai ekonomi sekaligus menjadi contoh bahwa gampong mampu mengelola program ketahanan pangan secara mandiri," ujarnya.
Di gampong yang dihuni sekitar 130 kepala keluarga atau 420 jiwa tersebut, semangat kebersamaan menjadi modal utama. Pemerintah gampong bersama pengurus BUMG, turun langsung ke lapangan, membuktikan bahwa pembangunan gampong akan lebih kuat ketika dikerjakan bersama.
Pendamping Lokal Desa, Erwandi, menilai program ini menjadi salah satu bentuk implementasi pemanfaatan Dana Desa yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
"Ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan gampong. Yang paling penting adalah bagaimana program ini dikelola secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang, bukan hanya saat masa tanam," katanya.
Pengelolaan teknis di lapangan dipercayakan kepada Ketua BUMG, Wahidi. Menurutnya, seluruh tahapan mulai dari persiapan lahan, penanaman hingga perawatan dilakukan dengan perencanaan yang matang agar hasil panen nantinya mampu memberikan keuntungan bagi BUMG sekaligus meningkatkan pendapatan gampong.
"Kami ingin membuktikan bahwa BUMG tidak hanya menjalankan usaha, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Jika hasil panen maksimal, tentu akan membuka peluang pengembangan usaha pertanian lainnya di masa mendatang," ungkap Wahidi.
Program penanaman jagung ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung penguatan ketahanan pangan yang terus didorong pemerintah di berbagai daerah. Berbagai wilayah di Aceh, termasuk Aceh Besar, tengah mengembangkan komoditas strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung swasembada pangan nasional.
Di balik hamparan lahan yang mulai menghijau nanti, tersimpan harapan besar masyarakat Lambeutong. Bukan hanya tentang hasil panen yang melimpah, tetapi juga tentang tumbuhnya optimisme bahwa desa memiliki kemampuan membangun masa depannya sendiri melalui kerja sama, pengelolaan yang baik, dan semangat untuk terus mandiri.
Pohon-pohon jagung yang hari ini ditanam memang belum panen. Namun, kelak akan menjelma menjadi simbol ketahanan pangan sekaligus kesejahteraan masyarakat yang tumbuh dari gampong.*
.jpg)




0 facebook:
Post a Comment