LAMURIONLINE.COM I BANDA ACEH
– Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar International Conference dalam rangka program Kembara Ilmu di Bumi Aceh Darussalam bekerja sama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran gagasan ilmiah antara mahasiswa pascasarjana kedua perguruan tinggi dalam bidang dakwah, pendidikan Islam, budaya, media, dan kepemimpinan.

Acara dibuka oleh moderator yang memandu jalannya konferensi. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry, Dr. Sabirin, S.Sos.I., M.Si., selaku inisiator kegiatan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa konferensi ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat kerja sama akademik internasional serta membuka peluang kolaborasi penelitian antara UIN Ar-Raniry dan Universiti Kebangsaan Malaysia.

Perwakilan dari UKM Malaysia Dr. Hasanah menyampaikan bahwa kolaborasi ini cukup baik dalam menyokong pelbagai aktiviti lainnya di masa hadapan. Selanjutnya kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Kusumawati Hatta, M.Pd. Beliau berharap konferensi ini dapat menjadi sarana berbagi ilmu pengetahuan, memperluas jaringan akademik, serta meningkatkan kualitas penelitian mahasiswa dan dosen dari kedua perguruan tinggi.

Sesi seminar diawali oleh Muhammad Abdil Muqtadir bin Shafie dari Universiti Kebangsaan Malaysia yang memaparkan materi mengenai Penilaian Sistem Pengurusan Zakat di Lembaga Zakat: Antara Tadbir Urus Syariah dan Kecekapan Operasi. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya pengelolaan zakat yang mengintegrasikan tata kelola syariah dengan efektivitas operasional lembaga zakat.

Pemateri kedua, Afla Nadya dari UIN Ar-Raniry, menyampaikan materi berjudul Negosiasi Budaya Pernikahan Aceh di Era Media Sosial: Cabaran dan Strategi Pengurusan Dakwah. Materi tersebut membahas perubahan budaya pernikahan masyarakat Aceh di era digital serta strategi dakwah dalam menjaga nilai-nilai budaya lokal.

Selanjutnya, Ahmad Yazid Osman dari Universiti Kebangsaan Malaysia mempresentasikan materi mengenai Model Pengurusan Dakwah Digital: Strategi Pengurusan Media Sosial dalam Menyampaikan Islam kepada Generasi Z. Ia menjelaskan pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana dakwah yang efektif bagi generasi muda.

Presentasi berikutnya disampaikan oleh Nurul Nawwarah Binti Mohamad Saleh dari Universiti Kebangsaan Malaysia dengan materi Penilaian Pengurusan Pendidikan Islam di Sekolah Agama Negeri: Analisis Polisi. Materi tersebut mengulas pentingnya evaluasi kebijakan dalam meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan Islam.

Dari UIN Ar-Raniry, Indra mempresentasikan materi berjudul Syariat Bukan Sekadar Hukum: Kampus sebagai Lab Kesejahteraan. Karena terkendala perjalanan menuju Banda Aceh, penyampaian materi dilakukan secara daring. Meskipun demikian, sesi presentasi tetap berlangsung dengan baik dan mendapat perhatian dari para peserta.

Sesi selanjutnya diisi oleh Acik Nova dari UIN Ar-Raniry yang membawakan materi P3SPS Aceh: Menjaga Etika Penyiaran Berbasis Nilai-nilai Lokal dan Syariat Islam. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya penerapan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) sebagai pedoman dalam menjaga etika penyiaran yang tetap berlandaskan nilai-nilai budaya Aceh dan syariat Islam di tengah perkembangan media penyiaran.

Sebagai pemateri penutup, Ajwad bin Mohd Shafie dari Universiti Kebangsaan Malaysia menyampaikan materi berjudul Model Organisasi Dakwah CGM: Integrasi Kepimpinan dan Pengurusan Strategik Islam. Dalam presentasinya, ia menjelaskan model organisasi Persatuan Cinta Gaza Malaysia (CGM) yang mengintegrasikan kepemimpinan Islam dengan pengelolaan organisasi yang profesional. Ia juga memaparkan pentingnya penerapan perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan yang berlandaskan nilai tauhid, amanah, serta tata kelola yang baik dalam membangun organisasi dakwah yang efektif dan berkelanjutan. 

Konferensi berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti antusias oleh para peserta. Kegiatan yang berakhir pada pukul 11.45 WIB ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa UIN Ar-Raniry dan UKM Malaysia, diharapkan kegiatan ini semakin memperkuat hubungan akademik antara UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan Universiti Kebangsaan Malaysia, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.*

SHARE :

0 facebook:

 
Top