LAMURIONLINE.COM | ACEH BESAR - Pesantren Modern Tgk. Chiek Oemar Diyan menggelar rangkaian Kuliah Umum Khutbatul 'Arsy sebagai bagian dari pekan perkenalan dan orientasi santri tahun ajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung pada 21–25 Juli 2026 di Aula STB tersebut menjadi agenda awal pembentukan karakter, wawasan, dan semangat belajar santri sebelum memasuki aktivitas pendidikan dan kehidupan kepesantrenan secara penuh.
Ketua Khutbatul 'Arsy, Ustadz Ryan Maulana, S.E., mengatakan Khutbatul 'Arsy merupakan tradisi tahunan yang menandai dimulainya seluruh aktivitas pendidikan di Pesantren Modern Tgk. Chiek Oemar Diyan. Melalui kuliah umum ini, para santri dibekali pemahaman mengenai nilai-nilai kepesantrenan, disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, ukhuwah Islamiyah, serta budaya belajar yang menjadi identitas pesantren.
Selama lima hari pelaksanaan, para santri mengikuti sembilan sesi pembekalan yang disampaikan oleh para asatiz dan narasumber dari berbagai bidang. Ustadz H. M. Yamin Ma'shum membuka rangkaian materi dengan mengulas sejarah kepesantrenan, mulai dari perkembangan pesantren di Indonesia hingga perannya dalam mencetak ulama, pemimpin, dan tokoh masyarakat.
Selanjutnya, Ustadz Jawahir menjelaskan tentang organisasi santri, meliputi fungsi organisasi sebagai sarana pembelajaran kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, serta pembentukan karakter melalui berbagai kegiatan santri.
Materi mengenai adab dan akhlak disampaikan oleh Ustadz Warih Sukmandjaya, S.Ag. yang menekankan pentingnya akhlakul karimah, penghormatan kepada guru dan orang tua, adab dalam menuntut ilmu, serta etika pergaulan sebagai fondasi utama kehidupan seorang santri.
Sementara itu, Ustadz H. Fakhruddin Lahmuddin, M.Pd. menguraikan konsep kepesantrenan, mencakup nilai, tradisi, budaya, tata tertib, serta komitmen yang harus dijaga oleh setiap santri selama menempuh pendidikan di pesantren.
Dalam sesi berikutnya, BRIGPOL Emal Kurnadi, S.Pd.I., M.H. memberikan edukasi mengenai bahaya intoleransi, radikalisme, bullying, dan penyalahgunaan gadget. Ia mengajak para santri untuk membangun sikap toleran, bijak dalam menggunakan teknologi, serta menciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Materi tentang kedisiplinan pesantren disampaikan oleh Ustadz Nazaryadi yang menjelaskan pentingnya menaati tata tertib, menghargai waktu, serta membangun kebiasaan disiplin sebagai bekal kehidupan di pesantren maupun di tengah masyarakat.
Selanjutnya, Ustadz Afrizal Sofyan, S.Pd.I., M.Ag. memaparkan program akademik yang akan dijalani santri selama satu tahun pelajaran, termasuk sistem pembelajaran, target capaian pendidikan, dan budaya belajar yang diterapkan di Pesantren Modern Tgk. Chiek Oemar Diyan.
Pada bidang kebahasaan, Ustadz Heri Gusnadi memperkenalkan program pembinaan bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai salah satu keunggulan pesantren untuk membentuk kemampuan komunikasi santri dalam lingkungan akademik maupun kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kuliah umum ditutup oleh Ustadz Alfi Riyanda, S.Pd. melalui materi kepramukaan yang menanamkan nilai kepemimpinan, kemandirian, kedisiplinan, kerja sama, serta jiwa pengabdian melalui kegiatan kepramukaan di lingkungan pesantren.
Selain kuliah umum, Khutbatul 'Arsy juga diisi dengan orientasi lingkungan pondok, pengenalan jadwal harian, pembinaan santri, serta berbagai aktivitas kreatif seperti perlombaan, pembuatan dekorasi dan spanduk, latihan baris-berbaris, hingga persiapan panggung seni yang seluruhnya dikelola oleh santri kelas akhir. (Arifin)


0 facebook:
Post a Comment