SERAHKAN LAPORAN - Direktur ITC Aceh, Muhammad Nasir, menyerahkan laporan pelaksanaan program pendidikan vokasi perhotelan kerja sama BMA dan ITC Aceh kepada Ketua Badan BMA, Abon Yunus saat berkunjung ke Kantor Baitul Mal Aceh, Rabu (12/8/2026).

LAMURIONLINE.COM | BANDA ACEH
– Program beasiswa vokasi Baitul Mal Aceh (BMA) bekerjasama denganInternational Tourism College (ITC) Aceh mulai menunjukkan hasil membanggakan. Sebanyak 23 mahasiswa penerima beasiswa kini telah bekerja di sejumlah hotel berbintang dan restoran di Malaysia. Selain bekerja, mereka juga melanjutkan pendidikan di negeri jiran tersebut.

Hal itu disampaikan Direktur ITC Aceh, Muhammad Nasir, saat berkunjung ke Kantor Baitul Mal Aceh, Rabu (12/8/2026). Ia didampingi Manager ITC M Galih Ramdani, Wakil Direktur Ahmad Faudzi, Koordinator Kurikulum Nola Adriani, dan Laison Officer Ainal Mardhiah.

Rombongan diterima Ketua Badan BMA Tgk H Muhammad Yunus M Yusuf (Abon Yunus), Anggota Badan BMA Tgk Mudawali Ibrahim, Tgk Junaidi, Taufik Hidayat HRP, serta Kepala Sekretariat BMA Muhammad Ikhsan Ahyat bersama jajaran.

Kunjungan tersebut dalam rangka menyampaikan laporan pelaksanaan program pendidikan vokasi perhotelan hasil kerja sama BMA dan ITC Aceh, sekaligus membahas evaluasi dan keberlanjutan program.

Untuk periode ketiga 2025-2026, tercatat 39 mahasiswa menjadi penerima manfaat beasiswa BMA. Sebelumnya, periode pertama 2021-2022 diikuti 17 mahasiswa dan periode kedua 2023-2024 sebanyak 19 mahasiswa.

Muhammad Nasir mengatakan, program tersebut bertujuan menyiapkan sumber daya manusia Aceh yang memiliki kompetensi di bidang pariwisata dan perhotelan serta mampu bersaing di dunia kerja.

“Alhamdulillah, anak-anak kita tidak hanya menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mendapat kesempatan bekerja di industri perhotelan Malaysia. Ini menjadi pengalaman penting untuk membangun kompetensi dan masa depan mereka,” katanya.

Sebanyak 23 mahasiswa kini bekerja di sejumlah hotel dan restoran, antara lain Tune Aeropolis Sepang, Tune KLIA Sepang, TP Golf Resort Johor, Palm Seremban, Ruma Hotel Kuala Lumpur, serta JP&CO Sunway Pyramid dan Putrajaya. Sebagian lainnya bekerja di Restaurant Muffin Seremban dan Restaurant Bangkok Wok Seremban.

Dalam pertemuan itu, BMA dan ITC juga mengevaluasi pelaksanaan program sebelumnya serta membahas mekanisme seleksi penerima beasiswa ke depan agar lebih tepat sasaran.

“Kedepannya penerima manfaat dapat diprioritaskan bagi anak dari keluarga korban konflik, anak terdampak musibah, serta mereka yang memiliki kemauan kuat untuk belajar. Pihak ITC dan para penerima manfaat juga menyampaikan terima kasih kepada BMA yang selama ini mendukung kebutuhan pendidikan mereka,” kata Nasir.

Ketua Badan BMA, Abon Yunus, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keberhasilan program tersebut. Menurutnya, keberhasilan para penerima beasiswa hingga mampu bekerja di Malaysia menjadi bukti bahwa zakat dan infak yang dikelola BMA memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat.

“Kami sangat bersyukur dan bangga melihat anak-anak yang dahulu mendapatkan beasiswa dari Baitul Mal Aceh kini sudah memiliki pekerjaan dan penghasilan. Ini menunjukkan bantuan yang diberikan tidak berhenti pada pendidikan, tetapi mampu membuka jalan bagi masa depan mereka,” ujar Abon Yunus.

Ia berharap para alumni terus berprestasi dan menjaga nama baik Aceh. Setelah sukses dan memiliki penghasilan, mereka juga diharapkan kembali berbagi melalui zakat, infak, atau sedekah sesuai kemampuan.

“Dulu mereka dibantu, setelah berhasil diharapkan membantu pula orang lain. Dengan begitu, manfaat beasiswa ini akan terus berputar dan semakin banyak anak Aceh yang mendapat kesempatan mengubah masa depannya,” pungkas Abon Yunus.*

SHARE :
Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

0 facebook:

 
Top