LAMURIONLINE.COM I ACEH BESAR - Nilai kejujuran dan amanah yang melekat pada Rasulullah saw sebagai Ash-Shadiq Al-Amin dinilai semakin relevan di tengah maraknya transaksi digital zaman sekarang ini.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Arifin Saputra dalam khutbah Jumat di Masjid Jami’ PMDG Kampus 8, Seulimuem, Aceh Besar, Jumat (7/8/2026).
Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) itu menegaskan bahwa sistem transaksi online dewasa ini sangat membutuhkan nilai amanah, sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad saw.
Menurutnya, berbagai bentuk kecurangan dalam jual beli digital menjadi indikator krisis integritas di tengah masyarakat.
“Sesungguhnya amanah hari ini mencakup banyak aspek, mulai dari menyempurnakan pekerjaan, menjaga kepercayaan dalam lembaga, tidak curang dalam jual beli online, hingga menepati janji dan perjanjian, di tengah dunia yang batas-batas kepentingannya semakin kabur,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran media sosial yang di satu sisi membuka ruang komunikasi luas, namun di sisi lain menjadi pintu masuk berbagai perilaku negatif seperti ghibah, fitnah, dan ujaran yang menyakiti.
“Media sosial seharusnya menjadi sarana kebaikan. Janganlah kita menyebarkan kecuali yang baik, tidak menulis kecuali yang benar, dan tidak menjadi sebab rusaknya hubungan atau tersakitinya perasaan orang lain,” katanya.
Dalam khutbahnya, Ustaz Arifin mengutip firman Allah Swt yang menyebut Nabi Muhammad saw sebagai sosok yang berakhlak mulia.
Ia mengajak jamaah untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, baik di ruang publik maupun dalam keluarga.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kelembutan mulai memudar dalam kehidupan modern yang sarat dengan ketegangan, bahkan di lingkungan keluarga. Padahal, Rasulullah saw dikenal sebagai pribadi yang paling penyayang, khususnya terhadap keluarganya.
“Rasulullah saw bersabda: ‘Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah yang paling baik kepada keluargaku.’ Maka jadikanlah sirah beliau sebagai obat untuk memperbaiki hubungan keluarga yang rapuh di zaman ini,” tuturnya.
Menurutnya, cinta sejati kepada Rasulullah saw tidak cukup diwujudkan melalui ucapan semata, tetapi harus tercermin dalam ketaatan, akhlak, dan keteladanan dalam berbagai kondisi kehidupan.
“Mari kita menghisab diri kita, menjadikan akhlak Rasulullah sebagai timbangan amal di tengah zaman yang penuh tantangan ini,” pesannya.
Pada bagian akhir khutbah, Ustaz Arifin mengajak jamaah merenungkan bagaimana nilai-nilai akhlak mulia tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sebagai sesama mukmin di era modern. (Sayed/kaffah)

0 facebook:
Post a Comment